Tangerang Selatan – Universitas Terbuka (UT) menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 pada Kamis (1/10/2026). Dalam upacara tersebut, Rektor UT membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila sebagai bentuk peneguhan komitmen untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembacaan ikrar menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut menjadi acuan penyelenggaraan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di berbagai instansi dan wilayah Indonesia.
Dalam ikrar yang ditandatangani Ketua DPR RI Puan Maharani pada 1 Oktober 2026, ditegaskan bahwa perjalanan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari berbagai tantangan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan serta kewaspadaan terhadap upaya yang mengancam Pancasila sebagai ideologi negara.
Pesan tersebut kemudian bermuara pada satu tekad: menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk memperkokoh kebersamaan. Nilai-nilai itu tidak hanya relevan dalam kehidupan kenegaraan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya pendidikan.



Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi penting. Pendidikan bukan sekadar ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sarana membangun masyarakat yang memiliki kesempatan berkembang secara adil. Semakin luas akses pendidikan, semakin besar pula peluang masyarakat dari berbagai latar belakang untuk meningkatkan kapasitas dan mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.
Semangat tersebut sejalan dengan kiprah Universitas Terbuka yang sejak awal menghadirkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Melalui model pembelajaran yang fleksibel, UT memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus terhambat jarak, usia, pekerjaan, maupun tempat tinggal.
Karakteristik tersebut memungkinkan pendidikan tinggi menjangkau masyarakat yang berada di berbagai daerah, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti perkuliahan dengan sistem konvensional. Dengan demikian, akses terhadap pendidikan berkualitas tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat diperluas hingga menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.
Upaya memperluas kesempatan belajar tersebut juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Tujuan pembangunan global ini menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi semua. Prinsip tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat diakses tanpa batas geografis dan latar belakang.
Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, semangat persatuan dengan demikian tidak berhenti pada sebuah ikrar. Nilai tersebut dapat diterjemahkan melalui langkah nyata untuk membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat dalam memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas diri.
Melalui semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, UT terus meneguhkan perannya dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Dari ruang upacara hingga ruang pembelajaran, semangat yang sama bertemu pada satu tujuan: menghadirkan kesempatan belajar yang terbuka dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.



