BATAM – Hari wisuda mungkin identik dengan toga, senyum keluarga, dan lembar ijazah yang akhirnya berada di tangan. Namun bagi 804 lulusan Universitas Terbuka (UT) Batam, Sabtu (29/8/2026), momen tersebut justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Sebanyak 804 lulusan UT Batam resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap yang berlangsung di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam. Mengusung tema “Mencetak Generasi Inovatif, Berintegritas dan Mendunia”, prosesi tersebut menjadi momentum untuk mendorong lulusan membawa ilmu, integritas, dan semangat inovasi ke tengah masyarakat.
Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir dari perjalanan pendidikan.
Menurut Paken, tantangan berikutnya dimulai ketika para lulusan kembali ke lingkungan masing-masing dan memasuki dunia profesional. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan profesional dan masyarakat..
“Setelah wisuda, ini bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Justru ini menjadi tahap penting untuk membuktikan kemampuan dan mengimplementasikan ilmu yang sudah diperoleh,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas sebagai bekal utama ketika lulusan terjun ke dunia kerja. Kejujuran dan konsistensi, kata dia, menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan dengan kolega, pimpinan maupun masyarakat.
“Junjung tinggi etika profesi,” tegas Paken.
Pesan tersebut berlaku bagi seluruh lulusan, termasuk mereka yang nantinya berkarier sebagai guru, anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya. Kompetensi akademik perlu berjalan beriringan dengan etika dan tanggung jawab.
Selain integritas, Prof. Paken mendorong lulusan UT Batam berani berinovasi. Perubahan yang terus bergerak membutuhkan orang-orang yang tidak mudah menyerah, berani mengambil risiko, serta mampu melihat persoalan sebagai peluang untuk menghadirkan solusi.
Semangat tersebut juga sejalan dengan peran pendidikan tinggi dalam mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sekaligus SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pendidikan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi menjadi modal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberi kontribusi produktif bagi masyarakat.
Direktur UT Batam Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si., pun berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
“Dimanapun saudara berada, tunjukkan kualitas UT, jangan memalukan almamater dan tunjukkan integritas kepada masyarakat,” pesan Pismia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam atas dukungan terhadap perkembangan pendidikan UT di daerah.
Di balik prosesi yang berlangsung meriah, ada perjalanan panjang yang telah dilalui para wisudawan. Perwakilan wisudawan, Tino, mengatakan pendidikan di UT tidak hanya memberinya pengetahuan, tetapi juga membentuk disiplin dan kemandirian.
“Kami tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga disiplin diri dan kemandirian,” ujarnya.
Kini, toga telah dilepas dan lembar perjalanan baru terbuka. Sebanyak 804 lulusan UT Batam membawa bekal yang lebih dari sekadar gelar: ilmu, disiplin, kemandirian, integritas, dan keberanian untuk berinovasi.
Pada akhirnya, wisuda bukan tentang siapa yang paling cepat sampai di garis akhir. Wisuda adalah tentang kesiapan untuk melangkah lebih jauh—membuktikan bahwa ilmu yang diperjuangkan bertahun-tahun benar-benar mampu memberi arti bagi dunia kerja, masyarakat, dan lingkungan di sekitarnya.
