Dari Kepulauan Riau untuk Dunia, UT Batam Dorong Lulusan Inovatif dan Berintegritas

BATAM — Bagi sebagian orang, keinginan melanjutkan pendidikan tinggi bisa berhadapan dengan banyak hal: pekerjaan yang harus dijalani, jarak yang harus ditempuh, hingga kondisi geografis tempat tinggal. Namun, berbagai keterbatasan tersebut tidak selalu harus menjadi alasan untuk berhenti belajar.

Semangat itulah yang dibawa Universitas Terbuka (UT) Batam melalui Seminar Akademik dalam rangkaian Wisuda Daerah Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Pacific Palace Hotel Batam, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “Mencetak Generasi Inovatif, Berintegritas dan Mendunia”, seminar tersebut menjadi ruang bagi para calon wisudawan untuk memperluas wawasan menjelang mereka menyelesaikan perjalanan akademik . Tidak hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang bagaimana ilmu, karakter, dan kemampuan beradaptasi dapat menjadi bekal untuk menghadapi perubahan.

Direktur UT Batam, Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si., mengatakan para calon wisudawan berasal dari berbagai daerah di Kepulauan Riau. Keberagaman tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat terbuka bagi masyarakat dengan kondisi dan latar belakang yang beragam.

“Jarak, kondisi geografis, kesibukan pekerjaan maupun tanggung jawab masing-masing tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” ujar Pismia dalam sambutannya.

Melalui seminar tersebut, UT Batam mendorong para lulusan agar tidak berhenti mengembangkan diri setelah memperoleh gelar. Mereka diharapkan mampu berpikir kreatif, bertindak dengan integritas, memiliki wawasan luas, serta memberikan kontribusi yang bagi masyarakat, bangsa dan lingkungan global

Dorong Lulusan Berani Berinovasi

Seminar akademik menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam Riama Manurung, S.H., M.H. serta Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau Afitri Susanti, S.Psi., M.M., Ch.t. sebagai narasumber.

Riama menyoroti pentingnya menjaga karakter dan nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa kemajuan perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan bermasyarakat.

“Karakter bangsa mengalami degradasi, jadi mari lihat nilai luhur yang terdapat pada Pancasila sebagai landasan bermasyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong para alumni UT Batam untuk mengambil peran setelah menyelesaikan pendidikan. Lulusan diharapkan dapat menjadi penggerak riset dan inovasi sekaligus menjaga nilai Pancasila dan integritas bangsa.

“Sebagai alumni penggerak riset dan inovasi, penjaga nilai Pancasila dan integritas bangsa serta duta global yang akan mengharumkan bangsa, jadilah pelopor inovasi, integritas dan keunggulan internasional,” pesannya.

Sementara itu, Afitri Susanti menekankan bahwa tantangan masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan menjaga integritas.

“Dunia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, berintegritas dan siap berkarya untuk dunia,” ujarnya.

Menurut Afitri, perkembangan teknologi semestinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Ia menilai keberanian untuk terus berkembang dan menggunakan kemampuan secara positif menjadi bagian penting dalam menghadapi masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya UT Batam menyelenggarakan pendidikan jarak jauh yang memberi fleksibilitas bagi masyarakat  untuk tetap belajar di tengah pekerjaan dan berbagai tanggung jawab. Kesempatan memperluas jaringan, mengembangkan kemampuan, hingga memperoleh dukungan beasiswa turut menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang ditawarkan.

Bagi masyarakat Kepulauan Riau yang masih berhadapan dengan jarak, pekerjaan, atau kesibukan lainnya, keberagaman asal para calon wisudawan UT Batam menunjukkan bahwa kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tetap dapat diupayakan.

Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar. Pendidikan juga menjadi ruang untuk membentuk pribadi yang terus belajar, mampu beradaptasi, berintegritas, dan menggunakan pengetahuannya untuk memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.