Kuliah tak selalu mengharuskan seseorang meninggalkan kampung halaman. Dari Way Tenong, Lampung Barat, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi justru semakin dekat dengan masyarakat. Hal itu terlihat saat Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menghadiri Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) bagi mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) di Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) AAF Way Tenong.
Kehadiran Parosil tidak sekadar menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa baru. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Langkah tersebut semakin bermakna karena Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali mempercayakan program beasiswa kepada UT. Kampus dengan sistem pendidikan jarak jauh ini dinilai menjadi mitra strategis untuk membuka kesempatan belajar bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengakses pendidikan tinggi.
Namun, membuka pintu pendidikan saja tidak cukup. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan agar mampu melewati proses perkuliahan dengan baik. Karena itu, penyerahan beasiswa dalam kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan pelaksanaan PKBJJ yang bertujuan membekali mahasiswa baru dengan keterampilan belajar dalam sistem pendidikan jarak jauh UT.
Melalui PKBJJ, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai keterampilan belajar mandiri, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengenalan sistem pembelajaran jarak jauh. Pembekalan ini menjadi langkah awal agar mahasiswa memahami bagaimana mengatur proses belajar, memanfaatkan teknologi, dan mengikuti perkuliahan secara optimal.
Dari sinilah dukungan beasiswa dan pembekalan mahasiswa saling melengkapi. Beasiswa memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, sementara PKBJJ memberikan bekal agar kesempatan tersebut dapat dijalani dengan baik hingga mahasiswa menyelesaikan studi sesuai target.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong kemajuan pendidikan karena pendidikan merupakan investasi yang hasilnya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung kemajuan pendidikan. Penyerahan beasiswa ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi masyarakat Lampung Barat,” ujar Parosil.
Lebih lanjut, Parosil mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mempercayakan program beasiswa kepada UT karena sistem pembelajarannya telah teruji dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Fleksibilitas pendidikan jarak jauh UT memungkinkan masyarakat memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa harus terbentur persoalan jarak dan kondisi tempat tinggal.
Kepercayaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui UT dan layanan SALUT, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses untuk berkuliah, tetapi juga dukungan layanan yang membantu mereka menjalani proses pendidikan di daerah masing-masing.
Pada akhirnya, dukungan beasiswa dan pembekalan melalui PKBJJ diharapkan membuat mahasiswa dapat menjalani pendidikan secara optimal hingga lulus. Lebih dari itu, para lulusan nantinya diharapkan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Lampung Barat.
Semangat memperluas kesempatan belajar tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, merata, dan dapat diakses lebih banyak masyarakat.
Kegiatan di SALUT AAF Way Tenong pun menjadi gambaran bahwa akses pendidikan berkualitas tidak harus terpusat di kota-kota besar. Dengan dukungan pemerintah daerah dan sistem pendidikan jarak jauh UT, masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menyiapkan masa depan.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan dihadiri jajaran pimpinan UT Daerah, pengelola SALUT AAF Way Tenong, pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, orang tua, serta mahasiswa UT. Dari Way Tenong, langkah kecil menuju ruang kelas itu kembali menegaskan satu hal: jarak boleh jauh, tetapi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tidak boleh ikut menjauh.



