Tangerang Selatan – Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar gelar. Ada kesempatan yang lebih besar di baliknya: mengubah ilmu yang diperoleh selama kuliah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Semangat itulah yang ingin ditanamkan Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. H. Askary, kepada 150 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Majene.
Pesan tersebut disampaikan Askary saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Wisma Syariah Pasar Baru Topoyo, Minggu (23/8/2026).
Mengusung tema “Peran Generasi Muda terhadap Akselerasi Pembangunan di Mamuju Tengah”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat perjalanan pendidikan mereka dari sudut pandang yang lebih luas. Sejak awal perkuliahan, mereka diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya menjadi bekal bagi diri sendiri, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Askary memberikan motivasi sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis generasi muda. Menurutnya, mahasiswa baru perlu bersungguh-sungguh menjalani pendidikan sekaligus aktif mengembangkan potensi sesuai bidang dan jurusan yang dipilih.
Dorongan itu tidak terlepas dari posisi generasi muda yang dinilai memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Mamuju Tengah ke depan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia menjadi modal yang perlu terus diperkuat.
“Pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi modal utama terus dikembangkan,” ujar Askary.
Lebih jauh, Askary mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. Baginya, proses belajar tidak berhenti ketika seseorang memperoleh gelar, tetapi terus berlangsung sejak lahir hingga akhir hayat sebagai bekal untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan daerah.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa UT yang menjalani sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebab, model pendidikan yang fleksibel memungkinkanmasyarakat dari berbagai latar belakang untuk tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas dan tanggung jawab yang dijalani.
Namun, kesempatan belajar yang luas juga membutuhkan kesiapan. Karena itu, kegiatan LPKBJJ tidak hanya menghadirkan motivasi dari pemerintah daerah, tetapi juga memberikan pembekalan agar mahasiswa baru memahami pola belajar yang akan mereka jalani di UT.
Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT, Dr. Syahrinullah, menjelaskan bahwa LPKBJJ bertujuan membekali mahasiswa baru agar memahami sistem Pembelajaran Jarak Jauh. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu belajar secara mandiri sekaligus memiliki keterampilan dan ketahanan untuk meraih kesuksesan selama menempuh studi di UT.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat motivasi dan kesiapan mahasiswa baru dalam menjalani proses belajar jarak jauh,” jelas Syahrinullah.
Pembekalan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran generasi muda dalam pembangunan Mamuju Tengah. Artinya, perjalanan sebagai mahasiswa tidak berhenti pada proses akademik, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UT dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat secara lebih luas. Melalui sistem PJJ, pendidikan berkualitas dapat dijangkau oleh masyarakat dengan latar belakang dan aktivitas yang beragam, sehingga kesempatan untuk terus belajar tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Lebih dari sekadar membuka akses kuliah, pendidikan juga menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dan berkontribusi. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong tersedianya pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua.
Pada akhirnya, 150 mahasiswa baru UT Majene tidak hanya sedang memulai perjalanan akademik. Mereka juga sedang mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang berilmu, mandiri, dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan. Dari kesempatan belajar yang terbuka luas, lahir harapan agar ilmu yang diperoleh kelak kembali kepada masyarakat dan ikut menggerakkan kemajuan Mamuju Tengah.



