Kuliah Sambil Tetap Beraktivitas? UT Padang Kenalkan Pilihan Fleksibel kepada Siswa Pasaman Timur

Pertanyaan tentang kuliah setelah lulus SMA terdengar sederhana, tetapi bagi siswa kelas XII, jawabannya bisa menjadi keputusan besar. Ada yang sudah memiliki kampus dan jurusan incaran, ada yang masih mencari pilihan yang sesuai, sementara sebagian lainnya mungkin mempertimbangkan bagaimana kuliah dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan maupun aktivitas lain. Di titik inilah informasi tentang pilihan pendidikan tinggi menjadi penting—terutama ketika pilihan tersebut perlu diketahui lebih dekat, bukan sekadar terdengar dari jauh. 

Membawa informasi itu lebih dekat kepada calon mahasiswa, Universitas Terbuka (UT) Padang menyambangi tiga sekolah di wilayah Pasaman Timur pada 27–28 Agustus 2026. Selama dua hari, UT Padang hadir di SMAN 1 Rao, SMAN 1 Padang Gelugur, dan SMAN 2 Lubuk Sikaping untuk memperkenalkan pendidikan tinggi sekaligus membuka wawasan siswa mengenai berbagai cara melanjutkan studi setelah lulus sekolah menengah. 

Rangkaian kegiatan dimulai Kamis (27/8/2026) melalui kunjungan ke SMAN 1 Rao pada pagi hari, kemudian dilanjutkan di SMAN 1 Padang Gelugur pada siang harinya. Pada Jumat (28/8/2026), kegiatan berlanjut di SMAN 2 Lubuk Sikaping. Dalam pertemuan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan pada Universitas Terbuka, tetapi juga diajak memahami bagaimana sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat menjadi salah satu pilihan untuk menempuh pendidikan tinggi. 

Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si., hadir langsung bersama staf UT Padang Musmeldi, S.Kom. dan Dylla Oktania, S.M. untuk menjelaskan pilihan program pendidikan, proses perkuliahan, hingga peluang yang dapat diperoleh siswa setelah menjadi mahasiswa UT. Penjelasan mengenai fleksibilitas menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan, karena mahasiswa dapat mengatur waktu dan aktivitas belajar sesuai dengan kondisi masing-masing. 

Model tersebut membuka kemungkinan bagi mereka yang tidak ingin menjadikan kuliah sebagai satu-satunya aktivitas dalam hidup. Mahasiswa tetap dapat mengembangkan diri, bekerja, atau menjalankan kegiatan lainnya sambil menempuh pendidikan. Bagi siswa yang sedang memikirkan masa depan, fleksibilitas seperti ini dapat memperluas pilihan—bahwa pendidikan tinggi dapat hadir mengikuti kehidupan seseorang, bukan selalu menuntut seseorang meninggalkan kehidupannya untuk bisa berkuliah. 

“Kami ingin siswa-siswa di Pasaman Timur mengenal lebih dekat Universitas Terbuka dan memahami bahwa melanjutkan pendidikan tinggi memiliki banyak pilihan. UT hadir dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk tetap dapat mengembangkan diri, bekerja, maupun menjalankan aktivitas lainnya sambil kuliah. Kami berharap informasi yang kami sampaikan hari ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menentukan pilihan pendidikan setelah lulus nanti,” ujar Dr. Mery Berlian, pada Jumat. 

Kehadiran UT Padang mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan memberikan ruang bagi penyampaian informasi pendidikan tinggi kepada para siswa, terutama mereka yang mulai bersiap menentukan langkah selepas SMA. Perjumpaan semacam ini menjadi penting karena semakin dekat informasi pendidikan diperoleh, semakin besar pula kesempatan siswa mempertimbangkan pilihan yang sesuai dengan minat, kebutuhan, dan rencana masa depannya. 

Bagi UT Padang, menjangkau sekolah di Pasaman Timur merupakan bagian dari upaya memperluas akses terhadap informasi pendidikan tinggi hingga ke berbagai daerah. Semangat pemerataan tersebut menjadi semakin relevan ketika kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas tidak hanya dipandang sebagai milik mereka yang tinggal di pusat kota, tetapi juga perlu hadir sedekat mungkin dengan generasi muda di berbagai wilayah. Bagi UT Padang, kunjungan ke sekolah-sekolah di Pasaman Timur menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi. Dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menawarkan pilihan belajar bagi masyarakat dengan kondisi dan kebutuhan yang beragam. 

Untuk sebagian siswa, pilihan setelah lulus mungkin masih berupa tanda tanya. Namun, dari pertemuan di tiga sekolah tersebut, setidaknya mereka memperoleh lebih banyak jawaban untuk dipertimbangkan. Ada pilihan program studi, ada cara belajar yang berbeda, dan ada kemungkinan untuk tetap kuliah tanpa harus menghentikan aktivitas lain yang sudah berjalan. Setelah rombongan UT Padang meninggalkan sekolah, keputusan tentu tetap berada di tangan masing-masing siswa—tetapi kali ini, mereka memiliki lebih banyak informasi untuk menentukan ke mana langkah berikutnya akan diarahkan.