Kuliah Daring Jangan Cuma Duduk di Depan Layar, SALUT Sanana Ajak Mahasiswa “Gerak” 

KEPULAUAN SULA — Layar laptop menyala, materi kuliah terbuka, dan waktu pun berjalan. Bagi mahasiswa yang menjalani sebagian aktivitas pembelajaran secara daring, berhadapan dengan perangkat digital menjadi bagian dari rutinitas. Namun, di balik fleksibilitas belajar dari mana saja, tubuh tetap membutuhkan ruang untuk bergerak 

Pesan itu diingatkan Sentra Layanan UT (SALUT) Sanana melalui kegiatan senam Zumba di Taman Mangon, Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Ternate bersama sejumlah pengelola SALUT Sanana sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan jasmani sekaligus kesuksesan belajar jarak jauh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumny, Azizah Mujahidah Annisa, S.Pd., M.Pd.; Wasmi Lasani, S.T. selaku Penanggung Jawab Pembelajaran dan Ujian; Ketua SALUT Sanana Rafi Salampesy, S.AP.; Wakil SALUT Sanana Agisty Wulandari, S.E.; serta perwakilan mahasiswa baru UT. 

Suasana pagi yang biasanya menjadi awal aktivitas justru dimanfaatkan untuk mengajak mahasiswa membangun kebiasaan sederhana: meluangkan waktu untuk berolahraga sebelum kembali berkutat dengan aktivitas akademik.

Ketua SALUT Sanana Rafi Salampesy mengatakan, menjaga kesehatan jasmani penting dilakukan mahasiswa, terlebih mereka yang menjalani pola pembelajaran daring dan lebih banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk.

“Zumba adalah olahraga yang sangat baik untuk peregangan otot sekaligus melancarkan peredaran darah. Terutama bagi mahasiswa yang mulai merasakan pegal-pegal di tubuh akibat terlalu lama duduk saat mengikuti perkuliahan online,” ujar Rafi.

Menurut dia, olahraga tersebut tidak harus menjadi aktivitas yang rumit atau membutuhkan waktu panjang. Zumba dapat dilakukan secara rutin pada pagi hari sebelum kuliah daring dimulai maupun sore hari setelah perkuliahan selesai.

Cukup menyisihkan waktu sekitar 15–30 menit, mahasiswa sudah dapat melakukan aktivitas fisik sederhana tanpa membutuhkan alat tambahan. Kebiasaan kecil itu diharapkan menjadi bagian dari keseharian mahasiswa UT yang menjalani pembelajaran jarak jauh.

“Selain dapat membakar lemak, gerakan dalam Zumba juga sangat membantu meregangkan otot punggung dan bahu yang sering tegang akibat posisi duduk berjam-jam. Sangat cocok untuk gaya belajar mahasiswa UT saat ini,” tambahnya.

Bagi mahasiswa, menjaga kebugaran bukan sekadar persoalan fisik. Tubuh yang lebih bugar dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih nyaman ketika mengikuti proses belajar. Dari gerakan bersama di ruang terbuka, ada harapan agar mahasiswa tidak hanya lebih aktif, tetapi juga lebih siap menghadapi rutinitas akademik.

Semangat tersebut sejalan dengan SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, yang mendorong pentingnya menjaga kesehatan dan kesejahteraan. Dalam konteks pendidikan, kesehatan menjadi salah satu bagian yang turut mendukung mahasiswa menjalani proses belajar secara optimal.

Kegiatan Zumba di Taman Mangon pun diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas satu pagi. Dari gerakan sederhana selama 15–30 menit, SALUT Sanana ingin menumbuhkan kebiasaan yang bisa terus dibawa mahasiswa ke dalam keseharian.

Pada akhirnya, kesuksesan belajar jarak jauh bukan hanya soal kemampuan mengatur jadwal, menyelesaikan tugas, dan menghadapi ujian. Ada tubuh yang juga perlu dijaga. Dari Taman Mangon, SALUT Sanana membawa pesan sederhana: di tengah fleksibilitas belajar, jangan lupa memberi waktu bagi tubuh untuk bergerak.