UT Buka Rapor 2025: Lulusan Makin Produktif, Paten Naik Dua Kali Lipat, Tantangan Masih Menanti 

TANGERANG SELATAN – Apa yang sesungguhnya tersisa dari sebuah perjalanan pendidikan setelah angka-angka dituliskan dalam laporan tahunan? Bagi Universitas Terbuka (UT), jawabannya bukan sekadar deretan capaian, melainkan sejauh mana pendidikan mampu menghadirkan perubahan dalam kehidupan mahasiswa, lulusan, dan masyarakat. 

Semangat itulah yang terasa dalam Rapat Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Terbuka yang digelar di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026). Dalam forum tersebut, Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menyampaikan Laporan Tahunan Universitas Terbuka Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perjalanan dan kinerja perguruan tinggi sepanjang satu tahun terakhir. 

Rapat yang berlangsung secara hybrid itu dipimpin Ketua MWA UT Prof. Ainun Naim, Ph.D. dan dihadiri para anggota MWA, sivitas akademika, pegawai UT, serta undangan. Secara hybrid. Keterbukaan forum tersebut menjadi bagian penting dari tata kelola UT sebagai perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab kepada publik. 

Menurut dia, keterbukaan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan apa yang telah dikerjakan universitas dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan kepada publik. 

“Sebagian aspek dari governance itu kan keterbukaan dan penyampaian pertanggung jawaban, penyampaian informasi apa yang telah dicapai oleh Universitas Terbuka pada tahun 2025,” pungkas Prof. Ainun. 

Dari laporan yang disampaikan, satu gambaran menarik muncul dari perjalanan UT sepanjang 2025. Sebanyak 81 persen lulusan UT tercatat bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha. Capaian itu melampaui target yang ditetapkan dan memperlihatkan bagaimana pendidikan jarak jauh terus diarahkan agar tidak berhenti pada kemudahan akses, tetapi berujung pada kesempatan dan dampak nyata. 

Di ranah akademik, UT juga memperkuat kualitas pembelajaran. Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) telah diterapkan penuh pada seluruh program Diploma dan Sarjana, disertai pembaruan bahan ajar serta penguatan pembelajaran berbasis kasus dan proyek. Pada saat yang sama, UT membuka Program Studi S1 Kewirausahaan sebagai bagian dari upaya merespons dinamika kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. 

Denyut perubahan juga terasa dari bidang riset dan inovasi. Sepanjang 2025, UT mengelola lebih dari seribu kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Dana riset eksternal meningkat 232,20 persen menjadi Rp4,38 miliar, sementara jumlah paten bertambah dua kali lipat, dari 10 paten pada 2024 menjadi 20 paten pada 2025. 

Capaian tersebut sekaligus memperkuat kiprah UT dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Dalam UI GreenMetric 2025, UT menempati peringkat ke-34 nasional dan ke-269 dunia, naik 32 peringkat secara global. Sementara itu, dalam THE Impact Rankings 2025, UT berada pada kelompok peringkat 1.001–1.500 dunia. Perjalanan tersebut memperlihatkan upaya UT menghubungkan pendidikan dengan agenda yang lebih luas, termasuk Pendidikan Berkualitas (SDG 4), kelembagaan yang tangguh (SDG 16), dan kemitraan (SDG 17). 

 
Namun, sebuah rapor yang baik tidak pernah berarti perjalanan selesai. Masih ada sejumlah hal yang perlu diperkuat pada tahun-tahun berikutnya. Karena itu, laporan tahunan tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga menjadi pijakan untuk menentukan langkah selanjutnya. 

“Tapi prinsipnya ini adalah bagian dari tradisi penting dari sebuah universitas, apalagi kita menjadi PTN BH. Pertanggungjawaban dari unsur rektor pada publik melalui Majelis Wali Amanat,” kata Prof. Ali. 

Ia menambahkan, laporan tersebut pada akhirnya menunjukkan capaian sekaligus pekerjaan yang harus dilanjutkan. Sejalan dengan itu, MWA mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekosistem teknologi, dan pembenahan layanan agar pertumbuhan UT tetap diikuti peningkatan kualitas. 

Bagi Prof. Ali, tantangan pendidikan tinggi hari ini juga semakin dekat dengan perubahan dunia kerja. Karena itu, UT akan terus mencermati profil mahasiswa dan memastikan pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan industri. 

Sebab pada akhirnya, laporan tahunan bukan sekadar tentang bagaimana sebuah institusi terlihat di atas kertas. Ia menjadi cermin atas apa yang telah dilakukan sekaligus pengingat tentang apa yang masih harus diperjuangkan. Bagi UT, capaian sepanjang 2025 menjadi modal untuk melangkah lebih jauh, dengan satu tantangan utama: memastikan pertumbuhan universitas selalu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan manfaat yang dirasakan mahasiswa, lulusan, serta masyarakat.