Dari ruang kelas sederhana di Davao City hingga jejaring akademik lintas negara, Universitas Terbuka (UT) menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia mampu hadir, berkolaborasi, dan memberi dampak nyata di panggung internasional.
Davao City, Filipina – Ketika dunia bergerak menuju kolaborasi tanpa batas, Universitas Terbuka (UT) tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi mengambil peran sebagai bagian dari transformasi tersebut. Melalui International Community Service yang diselenggarakan pada 27–31 Juli 2026 di Davao City, Filipina, UT kembali menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu tampil sebagai global university yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga aktif membangun jejaring internasional, memperkuat diplomasi pendidikan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat dunia.
Program bertajuk International Community-Based Educational Program for Cultural Revitalization through Playful Learning for Indonesian Descent Children in Davao City, Philippines menjadi bukti nyata bagaimana UT menghadirkan pendidikan yang melampaui batas ruang, waktu, dan negara. Bersama Sekolah Indonesia Davao (SID), UT menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif bagi generasi muda diaspora Indonesia sekaligus memperkenalkan wajah pendidikan tinggi Indonesia kepada komunitas internasional.
Program ini juga mencerminkan komitmen UT dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pengalaman belajar yang inovatif dan inklusif, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui pelestarian budaya Indonesia di kalangan generasi muda diaspora, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan Sekolah Indonesia Davao, KJRI Davao City, dan Mindanao State University (MSU).
Lebih dari Pengabdian, Ini Adalah Diplomasi Pendidikan Indonesia
Bagi UT, International Community Service bukan sekadar program pengabdian kepada masyarakat. Ini adalah diplomasi pendidikan dalam aksi menghadirkan Indonesia ke panggung dunia melalui ilmu pengetahuan, inovasi, budaya, dan kolaborasi.
Melalui pendekatan playful learning, UT menghadirkan pengalaman belajar yang menggabungkan pelestarian budaya, literasi keuangan, kreativitas digital, kompetisi budaya, hingga market day. Setiap aktivitas dirancang untuk membangun generasi yang kreatif, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Lebih dari sekadar berbagi pengetahuan, UT sedang membangun jembatan kolaborasi antarbangsa, memperkuat identitas Indonesia di tengah panggung internasional, serta membuktikan bahwa pendidikan merupakan kekuatan yang mampu menciptakan perubahan dan menghadirkan dampak nyata bagi dunia.
Membangun Jembatan Kolaborasi Indonesia–Filipina
Momentum International Community Service juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan strategis antara UT dengan KJRI Davao City serta kolaborasi berkelanjutan dengan Mindanao State University (MSU). Fokus pembahasan meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi.
Perwakilan UT menyampaikan, “International Community Service merupakan cerminan komitmen Universitas Terbuka untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, relevan, dan berdampak. Kami percaya bahwa kolaborasi internasional adalah ruang untuk saling belajar, berbagi inovasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pendidikan global.”
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City turut mengapresiasi inisiatif UT. Menurutnya, “Program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu menjadi mitra terpercaya dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat hubungan Indonesia–Filipina, serta memperkenalkan budaya Indonesia melalui pendidikan.”
Dari Indonesia, Menginspirasi Dunia
Selama lebih dari 42 tahun, UT telah menjadi pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Dengan transformasi digital yang terus berkembang, UT melayani ratusan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Jangkauan tersebut memperkuat posisi UT sebagai salah satu penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh terbesar di kawasan Asia.
Internasionalisasi yang dilakukan UT tidak berhenti pada momentum kerja sama, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi yang menghasilkan inovasi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah fondasi transformasi Universitas Terbuka menuju world-class open and distance learning university.
Melalui International Community Service di Filipina, Universitas Terbuka kembali menegaskan bahwa internasionalisasi bukan sekadar memperluas jejaring kerja sama, tetapi menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pertukaran pengetahuan. Dari Indonesia, UT membawa semangat kolaborasi ke panggung global sekaligus memperkuat posisi pendidikan tinggi Indonesia sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat dunia.



