UT Gorontalo dan DPD RI Bersinergi, Mahasiswa Siap Unjuk Potensi di Tingkat Nasional

Universitas Terbuka (UT) Gorontalo terus memperluas kesempatan mahasiswa untuk berkembang, tidak hanya melalui pembelajaran yang fleksibel, tetapi juga lewat kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga. Salah satunya diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan DPD RI Perwakilan Provinsi Gorontalo yang membuka peluang mahasiswa tampil pada ajang Duta DPD RI tingkat nasional. 

Audiensi dihadiri Direktur UT Gorontalo Safriansyah, S.Sos., M.Si., bersama jajaran manajemen, yakni Manajer Keuangan, Sumber Daya dan Umum Burhan Mohamad, S.E., Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni Nur Asiah, S.Sos., M.Si., Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian Yasir M. Pidu, S.E., M.M., serta Pengelola Kemahasiswaan dan Alumni Justin Garai Uno, S.P. Sementara itu, DPD RI Perwakilan Provinsi Gorontalo diwakili Kepala Kantor Laode Badri Jui, S.E., Kepala Subbagian Abdul Muis Kuku, S.E., Protokol Dhimas, Staf Administrasi Mulyadi Daud, dan Pamdal Djamarudin Laiya.

Safriansyah mengatakan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara kampus dan DPD RI Perwakilan Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah UT Gorontalo menerima kunjungan silaturahmi dari DPD RI Perwakilan Gorontalo. Dalam pertemuan ini dibahas pelaksanaan program Duta DPD RI yang rencananya akan dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Menurut Safriansyah, program Duta DPD RI akan melibatkan pelajar SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Karena itu, UT Gorontalo siap mengikutsertakan mahasiswa yang memiliki potensi untuk mengikuti proses seleksi.

“Kami juga sangat mendukung karena ini menjadi bagian dari keterlibatan mahasiswa di luar kampus. Kegiatan yang diselenggarakan secara nasional seperti ini juga berdampak terhadap pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi,” katanya.

Selain membahas rencana kerja sama, UT Gorontalo juga terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung hingga 7 Agustus 2026, baik melalui pendaftaran secara daring maupun layanan langsung di kampus.

Safriansyah mengajak lulusan SMA maupun masyarakat yang telah bekerja agar tidak ragu melanjutkan kuliah. Menurutnya, sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

“Kalau setelah lulus SMA memilih bekerja, tetap bisa kuliah. UT menjadi salah satu alternatif karena sistem pembelajarannya fleksibel sehingga masyarakat dapat bekerja sambil tetap menempuh pendidikan tinggi,” jelasnya.

Saat ini UT Gorontalo membuka berbagai program sarjana, di antaranya Ilmu Hukum, Administrasi Negara, Manajemen, Akuntansi, serta sejumlah program studi lainnya. Informasi mengenai program studi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi UT.

Kolaborasi dengan DPD RI mempertegas komitmen UT Gorontalo untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu membuka ruang aktualisasi dan pengembangan diri bagi mahasiswa. Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, mahasiswa didorong memperoleh pengalaman di luar ruang kelas, memperluas jejaring, serta meningkatkan kompetensi sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan berkontribusi bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).