MAJENE – Di tengah derasnya arus digital yang membuat interaksi masyarakat semakin banyak berpindah ke layar gawai, ruang-ruang kebersamaan menjadi semakin berharga. Kesadaran inilah yang mendorong Universitas Terbuka (UT) Majene untuk turut ambil bagian dalam Open Turnamen Domino Garda Bintang Timur Cup I 2026. Bukan sekadar sebagai sponsor, keterlibatan UT Majene menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan masyarakat yang mampu mempererat silaturahmi, menjaga budaya lokal, sekaligus menghadirkan ruang interaksi yang positif.
Turnamen yang berlangsung selama beberapa hari di Hotel Davina, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengusung tema “Bangun Silaturahim Raih Prestasi”. Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dari antusiasme ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah untuk bertanding, bertemu, dan membangun jejaring persaudaraan melalui olahraga rekreasi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Bagi UT Majene, kehadiran dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Melalui dukungan terhadap kegiatan yang membawa nilai kebersamaan, UT Majene ingin terus hadir sebagai mitra pembangunan daerah yang dekat dengan masyarakat dan relevan dengan berbagai dinamika kehidupan.
Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Majene, Surahmansyah, S.IP., M.M., menegaskan bahwa turnamen domino memiliki makna yang jauh melampaui sebuah kompetisi.
“Kejuaraan domino ini digelar untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gadget sekaligus menghidupkan kembali nilai sosial dan kearifan lokal,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa di balik setiap pertandingan, tersimpan semangat untuk membangun kembali budaya berkumpul, berdiskusi, dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Nilai-nilai seperti inilah yang sejalan dengan semangat UT dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, di mana kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kehadiran institusi pendidikan tinggi dalam kegiatan semacam ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan komunitas lokal mampu melahirkan dampak sosial yang lebih luas daripada sekadar sebuah perlombaan.
Turnamen ini sendiri terselenggara berkat kolaborasi antara panitia pelaksana, Persatuan Olahraga Domino (PORDI) Provinsi Sulawesi Barat, dan PORDI Kabupaten Majene. Selain menjadi ajang silaturahmi, kompetisi tersebut juga memperebutkan total uang pembinaan senilai puluhan juta rupiah, sehingga menghadirkan persaingan yang kompetitif sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.
Selama dua hari pertandingan berlangsung, para peserta saling mengadu strategi, kekompakan, dan ketelitian dalam membaca permainan lawan. Dari rangkaian pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, pasangan Muh. Idris CS dari Tomadio Campa Polman berhasil keluar sebagai Juara I dan berhak membawa pulang trofi beserta hadiah utama.
Adapun posisi juara kedua diraih pasangan Andika CS Ewin dari Mamuju. Sementara itu, Ahmad CS Ade Sukardi dari TFD Tapalang Mamuju menempati posisi Juara III, disusul pasangan Aco CS Acci dari Ablam Enrekang di peringkat keempat.
Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini pun mendapat apresiasi dari panitia pelaksana. Mereka menyampaikan terima kasih kepada UT Majene atas perhatian, dukungan, dan kontribusi yang diberikan sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses.
Melalui kolaborasi yang memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya lokal, serta membuka ruang partisipasi publik, UT Majene turut mendukung terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.



