Sabtu (31/1/2026) menjadi hari awal bagi 140 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Tarakan untuk memulai perjalanan pendidikan tinggi mereka. Melalui kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Masa Registrasi 2025.2 Batch 1, para mahasiswa dikenalkan pada sistem pembelajaran jarak jauh yang akan mereka jalani selama menempuh studi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tarakan, Khairul.
Mahasiswa yang mengikuti OSMB datang dari berbagai latar belakang. Sebagian telah bekerja, sebagian lainnya baru melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah. Universitas Terbuka menjadi pilihan karena menawarkan fleksibilitas belajar tanpa mengabaikan kualitas. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT memungkinkan mahasiswa tetap menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun tempat tinggal.
Dalam sambutannya, Khairul menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak ditentukan oleh nama kampus semata, melainkan oleh kemauan, disiplin, dan konsistensi dalam belajar. Menurutnya, UT telah menyediakan akses dan fasilitas pendidikan yang terbuka, namun hasil akhirnya sangat bergantung pada kesungguhan mahasiswa dalam mengelola proses belajar secara mandiri.
Khairul juga mengingatkan bahwa dunia saat ini terus berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru. Dalam kondisi tersebut, pendidikan berperan penting membentuk sumber daya manusia yang adaptif dan siap menghadapi perubahan. “Orang-orang yang berhasil adalah mereka yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti dua tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia, yakni Revolusi Industri 5.0 dan bonus demografi pada 2030. Bonus demografi, kata Khairul, hanya akan menjadi peluang apabila diiringi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Tanpa pendidikan yang memadai, jumlah penduduk usia produktif yang besar justru berpotensi menjadi persoalan.
Dalam konteks peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi, Universitas Terbuka dinilai memiliki peran strategis, terutama di daerah. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT mampu menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pendidikan konvensional. “Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT saya kira mampu menjangkau masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan konvensional,” tutur Khairul.
Keberadaan Universitas Terbuka juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata. Melalui model pendidikan terbuka, UT mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menutup sambutannya, Khairul berharap para mahasiswa baru Universitas Terbuka Tarakan dapat memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan sebaik-baiknya dan menjaga semangat belajar hingga lulus. OSMB ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menata masa depan melalui pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, dan dapat diakses oleh siapa saja.


