Kuliah di UT

Admisi Mahasiswa

UT, sebagai universitas yang menyelenggarakan sistem pendidikan terbuka, secara umum menerima calon mahasiswa tanpa membatasi usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Sebelum melakukan pendaftaran, calon mahasiswa harus memahami beberapa hal terkait dengan registrasi mahasiswa, jalur pendaftaran, dan sistem penentuan mata kuliah. UT memberlakukan dua jenis registrasi, yaitu (1) pendaftaran mahasiswa baru/registrasi pertama dan (2) registrasi mata kuliah yang harus dilakukan setiap semester. Pada saat pendaftaran (registrasi pertama), calon mahasiswa harus memilih salah satu dari dua jalur yang disediakan, yaitu jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau Non-RPL. Setelah mahasiswa menentukan jalur pendaftaran, mahasiswa dapat menentukan mata kuliah yang akan diampu. Secara umum, UT memberlakukan dua sistem penentuan mata kuliah yaitu Sistem Paket Semester (SIPAS) dan Non SIPAS. Sistem Paket Semester yaitu sistem pemaketan mata kuliah yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam menentukan mata kuliah yang akan diregistrasikan dan terintegrasi dengan penyediaan bahan ajar. Sedangkan Non-SIPAS adalah sistem pengambilan mata kuliah secara satuan tanpa mengikuti aturan pemaketan mata kuliah dan tak terintegrasi dalam penyediaan bahan ajar sehingga biaya kuliah tergantung jumlah SKS yang diambil. Perolehan bahan ajar versi cetak program Non-SIPAS dilakukan secara mandiri dengan melakukan pemesanan pada saat registrasi online atau membeli secara online melalui Toko Buku Online (TBO). Seluruh proses admisi mahasiswa ini dapat dilakukan secara online melalui https://admisi-sia.ut.ac.id atau mendatangi UT Daerah setempat.

 

Sistem Pembelajaran

UT sebagai perguruan tinggi yang menerapkan pembelajaran jarak jauh, menggunakan sistem belajar mandiri terbimbing bagi seluruh mahasiswanya. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Adapun sistem belajar mandiri terbimbing merupakan pendekatan inovatif dalam pendidikan yang ditawarkan oleh Universitas Terbuka. Dalam sistem ini, mahasiswa akan memiliki akses ke berbagai sumber daya pendidikan, termasuk materi pembelajaran online, buku teks digital, video pembelajaran, dan lainnya. Mahasiswa memiliki fleksibilitas untuk belajar sesuai dengan ritme dan gaya belajar mereka sendiri, sambil tetap memperoleh bimbingan yang terarah dari tutor atau dosen. Tutor atau dosen akan memberikan panduan, memberikan penjelasan tambahan, dan menjawab pertanyaan yang mungkin timbul selama proses belajar. Interaksi ini dapat berlangsung melalui berbagai saluran, termasuk layanan bantuan belajar yang disediakan oleh UT, pertemuan daring, atau komunikasi langsung melalui pesan. Hal ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan nyaman, memungkinkan mahasiswa untuk meraih pencapaian akademik dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, sistem ini juga menawarkan beragam alat asesmen untuk mengukur pemahaman dan kemajuan mahasiswa, seperti Tugas Mata Kuliah, Ujian Online, Take Home Exam, dan sebagainya.

UT seperti halnya perguruan tinggi yang lain, juga menerapkan sistem kredit semester (SKS) untuk menetapkan beban studi mahasiswa. Dalam sistem ini, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (sks). Setiap mata kuliah diberi bobot 1-6 sks. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama 16 minggu. Di UT, satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak. Satu modul terdiri atas 40-50 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 sks berkisar antara 360-450 halaman, bergantung pada jenis mata kuliahnya. Dengan sistem belajar seperti ini mahasiswa UT diharapkan mengalokasikan waktu belajar sesuai dengan beban sks yang diambil atau mengambil beban sks setiap semester sesuai dengan waktu belajar yang dapat dialokasikan, serta mempertimbangkan kemampuan akademik masing-masing. Idealnya, alokasi waktu yang harus disediakan oleh mahasiswa UT apabila mengambil satu sks adalah 32 jam per semester sehingga setidaknya harus belajar secara mandiri selama dua jam per minggu per sks. Perhitungan ini didasarkan pada alokasi waktu yang digunakan dalam perguruan tinggi tatap muka.