ATAMBUA — Memasuki perguruan tinggi tidak selalu berarti duduk di ruang kelas dan mengikuti perkuliahan secara langsung. Bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT), proses belajar menuntut kebiasaan yang berbeda. Jadwal harus disusun sendiri, waktu perlu dikelola, dan materi perkuliahan harus dipelajari secara mandiri.
Perubahan pola belajar itulah yang menjadi bagian penting dalam kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) Semester 2026 Ganjil yang digelar UT Kupang bagi mahasiswa di Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Atambua.
Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Timor Atambua, Sabtu (15/8/2026), dan diikuti lebih dari 100 mahasiswa baru. Mereka diperkenalkan dengan sistem pembelajaran UT sekaligus berbagai strategi untuk beradaptasi dengan budaya belajar mandiri.
Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UT Kupang, Yudith Alexanderina Frans, S.Sos., M.A., mengatakan LPKBJJ merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap semester, khususnya bagi mahasiswa baru.
“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk para mahasiswa baru untuk mendukung kesuksesan belajar jarak jauh,” ujar Yudith Alexanderina Frans.
Menurut Yudith, mahasiswa perlu memahami bahwa sistem pembelajaran UT memiliki karakteristik berbeda dibandingkan perguruan tinggi yang menerapkan perkuliahan tatap muka secara konvensional.
Mahasiswa perlu mengubah kebiasaan belajar dari pola tatap muka menuju sistem belajar mandiri dan jarak jauh. Karena itu, kemampuan mengatur waktu, menentukan jadwal belajar, serta memahami mekanisme perkuliahan menjadi bekal yang perlu dipersiapkan sejak awal.
“Tujuannya untuk memperkenalkan terkait bagaimana mereka bisa belajar di UT, bagaimana mereka mengadopsi sistem belajar jarak jauh yang tadinya dari budaya belajar tatap muka menjadi belajar mandiri dan jarak jauh, bagaimana mereka bisa beradaptasi dengan sistem dan budaya belajar yang baru,” jelasnya.
Pembekalan tidak hanya berisi pengenalan lingkungan akademik UT. Mahasiswa juga mendapatkan sejumlah teknik belajar, termasuk cara membaca efektif dan menyusun jadwal belajar agar tahapan perkuliahan selama satu semester dapat diikuti hingga selesai tepat waktu.
Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan pelaksanaan ujian, termasuk bentuk ujian yang akan mereka hadapi selama mengikuti pendidikan di UT.
“Di dalamnya itu termasuk juga ditambahkan dengan teknik-teknik untuk mahasiswa, bagaimana cara membaca efektif, bagaimana mereka merancang jadwal belajar yang baik sehingga satu semester mereka bisa selesai tepat waktu dan bagaimana mereka harus menghadapi ujiannya seperti apa, bentuk ujiannya seperti apa,” kata Yudith.
Yudith menegaskan LPKBJJ sekaligus menjadi bagian dari pengenalan UT secara menyeluruh kepada mahasiswa baru.
“Jadi benar-benar pengenalan lingkungan UT seutuhnya kepada mahasiswa,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa baru UT Kupang mencapai sekitar 1.529 mahasiswa. Sementara itu, lebih dari 100 mahasiswa baru mengikuti LPKBJJ melalui SALUT Atambua.
UT menerapkan dua skema pelaksanaan LPKBJJ, yakni satu hari dan dua hari. Untuk mahasiswa SALUT Atambua, kegiatan dilaksanakan dengan skema satu hari dengan fokus pada pemahaman dasar yang dibutuhkan sebelum menjalani perkuliahan secara mandiri.
Yudith berharap pembekalan tersebut membantu mahasiswa memahami sistem belajar UT, beradaptasi dengan pola pembelajaran jarak jauh, dan menyelesaikan perkuliahan tepat waktu.
“Harapannya untuk mahasiswa, mahasiswa dapat memahami sistem pembelajaran di UT sehingga mereka bisa survive di UT dan bisa menyelesaikan perkuliahan tepat waktu,” pungkasnya. Pembekalan tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama melalui upaya mendukung mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran dan memperoleh keterampilan belajar yang dibutuhkan untuk menjalani pendidikan tinggi secara mandiri.
Bagi mahasiswa baru UT di Atambua, pembekalan ini menjadi langkah awal memahami bahwa kuliah jarak jauh bukan berarti belajar sendirian tanpa arah. Justru, kemandirian, kemampuan mengatur waktu, dan strategi belajar menjadi bekal penting agar fleksibilitas yang ditawarkan UT benar-benar dapat membawa mereka sampai ke garis kelulusan.



