Solidaritas di Tengah Bencana: UT Padang Salurkan Sembako dan Buka Akses Pendidikan Tanpa Batas

Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 membawa duka bagi banyak keluarga. Air yang meluap merusak rumah, menghancurkan peralatan rumah tangga, dan memutus sebagian sumber penghasilan warga. Di tengah situasi sulit ini, Universitas Terbuka (UT) Padang hadir sebagai sahabat bagi masyarakat, menyalurkan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (28–29/11/2025), menyasar beberapa titik terdampak terparah, termasuk Batu Busuk dan Gunung Pangilun. Paket sembako yang disalurkan cukup lengkap, mulai dari beras, telur, minyak goreng, mie instan, tisu, roti biskuit, gula, kopi, sarden, sampo, hingga air mineral. “Masyarakat Kota Padang sedang diuji dengan bencana banjir bandang yang memberikan dampak besar bagi banyak keluarga. UT Padang bergerak cepat untuk membantu meringankan beban warga. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si.

Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si., menjelaskan, “Masyarakat Kota Padang sedang diuji dengan bencana banjir bandang yang memberikan dampak besar bagi banyak keluarga. UT Padang bergerak cepat untuk membantu meringankan beban warga. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang terdampak.”

Selama dua hari, yakni 28–29 November 2025. Bantuan disalurkan melalui empat posko utama, dua di Batu Busuk dan dua di Gunung Pangilun. Selain sebagai implementasi nilai civic engagement dan pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, langkah ini menegaskan bahwa UT tidak hanya hadir dalam bidang pendidikan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di saat krisis.

Tim UT berkoordinasi dengan relawan dan petugas posko, mendata kebutuhan warga, dan mendengarkan langsung keluhan mereka—mulai dari kerusakan rumah, kehilangan tempat tinggal, hingga keterbatasan akses makanan pascabencana. Data ini kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk kemungkinan bantuan lanjutan.

Respon warga pun hangat. Mereka menyambut baik kehadiran UT Padang, mengaku sangat terbantu karena paket sembako mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terdampak banjir. Aksi ini menunjukkan bahwa UT Padang juga peduli dan aktif membangun solidaritas serta mendukung pemulihan masyarakat. Kegiatan ini selaras dengan misi SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan pembangunan komunitas tangguh (SDG 11).

Banjir memang menyisakan tantangan, tetapi lewat langkah nyata seperti ini, UT Padang membuktikan bahwa perguruan tinggi dapat hadir lebih dari sekadar lembaga pendidikan. UT tidak hanya membuka pintu belajar bagi siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan. Dukungan yang diberikan menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian bisa berjalan seiring dengan pendidikan, membentuk masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi segala tantangan.