Bangka Belitung – Keselamatan nelayan menjadi fokus utama dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Kantor Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, pada Kamis (13/11/2025). Pos SAR Belitung mengimbau masyarakat, terutama nelayan, untuk selalu mengutamakan keselamatan diri, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda perairan lokal.
Kegiatan bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Baru melalui Peningkatan Keselamatan Laut digagas oleh mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bangka Belitung. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keselamatan nelayan, tetapi juga memperkuat pendidikan dan keterampilan praktis mereka, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 14: Kehidupan Bawah Laut.
Dalam sosialisasi ini, Indra, perwakilan Pos SAR Belitung, menekankan pentingnya penggunaan pelampung, memantau kondisi cuaca, serta tidak memaksakan diri ketika gelombang tinggi.
“Saya berharap peserta pulang dengan pengetahuan baru sekaligus kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.” ujar Indra, perwakilan Pos SAR Belitung.
Universitas Terbuka mengambil peran aktif dalam kegiatan ini melalui kepanitiaan yang dipimpin Marcel Jaya, Ketua Panitia dari UT Bangka Belitung.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang penyampaian materi teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik langsung. Melalui simulasi, peserta dapat mempraktikkan cara menolong korban tenggelam atau menghadapi keadaan darurat di laut. Pendekatan ini membantu nelayan lebih siap dalam situasi nyata dan menumbuhkan budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab,” jelas Marcel Jaya, Ketua Panitia dari UT Bangka Belitung.
Selain aspek keselamatan, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Mahasiswa UT memberikan edukasi mengenai praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini tidak hanya mendukung SDG 14, tetapi juga memastikan sumber daya laut tetap lestari bagi kesejahteraan masyarakat nelayan di masa depan. Marcel menekankan bahwa keselamatan dan keberlanjutan lingkungan berjalan beriringan; nelayan yang sadar risiko juga cenderung menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Terbuka dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan teori, praktik, dan simulasi, program ini membekali nelayan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini juga mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sadar risiko, bertanggung jawab, dan produktif di laut.
Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga keselamatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, UT Bangka Belitung berhasil menggabungkan pendidikan, praktik keselamatan, dan kesadaran lingkungan dalam satu program yang bermanfaat bagi nelayan dan komunitas pesisir.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, nelayan di Desa Baru diharapkan mampu menghadapi tantangan di laut dengan lebih aman dan produktif, serta ikut menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi tumpuan mata pencaharian mereka. Keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama yang melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, dan pihak berwenang.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pendidikan, masyarakat, dan keselamatan publik, sekaligus mendukung misi pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Bangka Belitung.



