UT Medan Ajak Warga Desa Bangun Ketahanan Pangan Lewat Edukasi Gizi dan Penghijauan 

Medan — Universitas Terbuka (UT) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tak sekadar berbagi pengetahuan, para dosen dan mahasiswa UT Medan turun langsung ke Desa Tuntungan I, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, untuk mengajak warga memulai perubahan dari rumah sendiri. Melalui edukasi gizi, pangan sehat, hingga pelatihan penghijauan desa, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi langkah nyata membangun keluarga yang lebih sehat sekaligus lingkungan yang lebih hijau.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) tersebut merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa UT Medan bersama Yayasan ILA Education. Sasaran utama program ini adalah ibu-ibu di Desa Tuntungan I yang berkumpul di PKBM Samera Indonesia untuk mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan yang dirancang agar mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program diawali dengan sambutan Ketua PkM Dosen UT Medan, Dra. Sondang Purnamasari Pakpahan, M.A., kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Edukasi Gizi dan Pangan Sehat oleh dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UT Medan, Marhamah, S.TP., M.Si. Selain memperoleh materi secara langsung, para peserta juga menerima bahan cetak sebagai panduan yang dapat dipelajari kembali di rumah.

Tak berhenti pada penyampaian teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian bibit tanaman sayuran, ecoenzyme sebagai pupuk organik, serta polybag yang dapat dimanfaatkan warga untuk mulai bercocok tanam di halaman maupun pekarangan rumah.

Menurut Sondang, pemberian bahan cetak bukan sekadar pelengkap kegiatan, tetapi menjadi strategi agar manfaat program terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Pemberian bahan cetak materi Edukasi Gizi dan Pangan Sehat kepada peserta bertujuan agar edukasi ini tidak terhenti di peserta saja namun peserta dapat menyampaikannya kepada keluarga, anak, menantu, cucu dan para ibu masyarakat Desa Tuntungan 1 yang tidak menghadiri kegiatan ini,” tutur Sondang.

Semangat berbagi pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui kolaborasi UT Medan dengan PKBM Samera Indonesia. Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi warga yang tidak memiliki lahan cukup luas untuk tetap belajar menanam sayuran secara bersama-sama.

Sondang menjelaskan bahwa halaman PKBM dapat dimanfaatkan sebagai kebun bersama. Di lokasi tersebut, masyarakat dapat belajar menanam, merawat, hingga memanen hasil tanaman secara kolektif. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, UT Medan ingin mendorong lahirnya kebiasaan baru di lingkungan keluarga, yakni mengonsumsi pangan bergizi sekaligus memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan sehat. Langkah sederhana ini diyakini mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Semoga kegiatan PkM Dosen UT Medan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyediakan makanan bergizi seimbang sehingga anak tumbuh sehat, aktif, cerdas, keluarga hidup lebih sehat dan bahagia, serta masa depan generasi Indonesia berkualitas,” ujar Sondang.

Ia juga berharap program ini mampu menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai ruang produktif yang menghasilkan sayuran bebas pestisida serta tanaman obat keluarga. Selain mendukung pola hidup sehat, hasil budidaya tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

“Semoga juga melalui program PkM ini para ibu dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk tanaman sayuran yang sehat bebas pestisida, tanaman obat-obatan, sehingga selain hidup sehat akan bernilai ekonomis bagi keluarga,” tutup Sondang.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, lembaga mitra, dan masyarakat, UT Medan kembali membuktikan bahwa pengabdian tidak berhenti pada transfer ilmu. Lebih dari itu, PkM menjadi jembatan untuk membangun keluarga yang lebih sehat, lingkungan yang lebih lestari, serta masyarakat yang semakin mandiri—sejalan dengan upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik, konsumsi berkelanjutan, dan kemitraan yang saling menguatkan.