Di sebuah ruang yang hangat di Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan, harapan tentang masa depan pendidikan kembali menemukan momentumnya. Senin (6/4/2026), Universitas Terbuka (UT) Kendari bersama Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Konawe Selatan datang bukan sekadar untuk bertemu, tetapi membawa satu gagasan besar tentang membuka jalan bagi lebih banyak masyarakat Konawe Selatan untuk menembus pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Konsel Setara 2026.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur UT Kendari, Anfas, S.T., M.M., yang hadir bersama Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian, Fitrah Yuliani Sabara, S.Kom., serta Kepala SALUT Konawe Selatan, Drs. A. Triasdono. Kehadiran mereka disambut oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., dan Wakil Bupati, H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H. Suasana pertemuan terasa akrab, namun di dalamnya tersimpan keseriusan untuk merancang masa depan yang lebih inklusif melalui pendidikan.
Dalam forum tersebut, UT Kendari menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang mengusung sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Model pendidikan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, terutama terkait keterbatasan jarak dan kondisi ekonomi. Kehadiran SALUT Konawe Selatan semakin memperkuat jangkauan layanan, sehingga masyarakat tidak lagi merasa jauh dari akses pendidikan tinggi.
Pembahasan kemudian mengerucut pada rencana implementasi Beasiswa Konsel Setara. Program ini dirancang untuk memberikan peluang nyata bagi putra-putri daerah agar dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka tanpa terbebani oleh biaya maupun hambatan geografis. Lebih dari sekadar bantuan, beasiswa ini diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang yang mampu mengangkat kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Bupati Konawe Selatan menegaskan komitmennya bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Ia memandang bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk mendorong kemajuan yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Bupati yang menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Terbuka.
Langkah kolaboratif ini langsung dilanjutkan dengan pertemuan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah serta Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Konawe Selatan. Dalam pertemuan lanjutan tersebut, pembahasan difokuskan pada aspek teknis pelaksanaan program beasiswa, mulai dari mekanisme, kesiapan administrasi, hingga tahapan menuju penandatanganan kerja sama.
Direktur UT Kendari bersama tim diterima oleh Kepala BRIDA, Drs. I Putu Darta, MT, serta Kepala BKAD, Dr. Hj. Marwiyah Tombili, S.E., M.Sc. Diskusi berlangsung konstruktif dengan menekankan pentingnya peran riset dan inovasi dalam memastikan program beasiswa berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Koordinasi yang kuat, tata kelola yang transparan, serta komitmen keberlanjutan menjadi fondasi utama agar program ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Apa yang sedang dibangun di Konawe Selatan hari ini bukan hanya tentang program pendidikan. Ini adalah upaya nyata untuk membuka pintu kesempatan yang selama ini terasa sempit bagi sebagian masyarakat. Inisiatif ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan mengurangi kesenjangan.
Di balik setiap kebijakan, selalu ada harapan yang ingin diwujudkan. Melalui kolaborasi ini, Konawe Selatan sedang memastikan bahwa harapan tersebut memiliki jalan untuk menjadi kenyataan. Universitas Terbuka Kendari bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan kini berada di garis depan, mengubah keterbatasan menjadi peluang dan peluang menjadi masa depan yang lebih cerah.


