UT Kampusku, Meraih Cita-cita

Fani Stepani, ia adalah salah satu mahasiswa berprestasi yang saat ini menempuh pendidikan pada Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Terbuka (UT). Program studi ini sudah ia incar sejak lama. Saat duduk dibangku SMA ia senang berkunjung dan membaca di perpustakaan. Dari kesenangan itu ia mulai memikirkan cita-cita untuk menjadi pustakawan. Namun karena keterbatasan biaya, ia tidak bisa melanjutkan kuliah. Ia pun bekerja di salah satu pabrik. Bekerja tak lantas memupuskan semangat belajarnya. Atas saran kerabatnya, ia mendaftar di UT. Ia merasa UT hadir untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan tinggi yang dirinya dan juga masyarakat lainnya inginkan.

2011 adalah awal Fani masuk kuliah jurusan D2 Ilmu Perpustakaan. Saat itu memang belum ada program studi S1 Ilmu Perpustakaan di UT. Pada tahun 2013, ia lulus dan mendapatkan gelar A.Ma.Pust. Ia lantas mendapatkan pekerjaan sebagai pustakawan di sebuah SMA. Mengetahui dibuka program S1 Ilmu Perpustakaan di UT, ia pun melanjutkan studinya. Menurutnya, UT sangat berbeda dengan kampus lainnya karena semua sudah terkomputerisasi sehingga bagi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja seperti ia dapat terbantu dengan fleksibilitas UT. Ia dapat mengakses lewat internet, mulai registrasi, mengerjakan soal-soal, sampai mengatur biaya perkuliahan sendiri sesuai kemampuan.

Saat menjadi mahasiswa D2 Ilmu Perpustakaan, ia lulus tepat waktu karena mengikuti Tutorial Tatap Muka ( TTM ) yang dilaksanakan setiap 1 minggu sekali. Namun ketika menjadi mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan, ia sepenuhnya belajar mandiri dan tidak mengikuti TTM. Ia pun sempat mendapat nilai E. Mulanya ia merasa kesulitan mengatur waktu dan membiasakan belajar secara mandiri. Namun, ia mendapat kemudahan di UT untuk memperbaiki nilai mata kuliah seperti mengikuti ujian melalui SUO (Sistem Ujian Online). Menurutnya, tantangan terbesar kuliah di UT adalah belajar mandiri. Belajar mandiri itu tidak mudah bagi sebagian orang apalagi bagi orang yang terbiasa belajar dengan guru. Namun UT menyediakan bantuan bagi mahasiswa yang mengambil belajar mandiri seperti salah satunya tutorial online, sehingga mahasiswa dapat terbantu. Ia berpesan agar mahasiswa UT selalu rajin membaca modul dan mengerjakan soal-soal baik yang ada di modul ataupun di tutorial online.

Beberapa orang yang bertanya kepada Fani, bingung dengan nama Universitas Terbuka. Terlebih lagi ketika tahu ia mengambil jurusan ilmu perpustakaan, banyak orang yang meragukan dan menanyakan bagaimana cara belajarnya dan kapan kuliahnya karena ia tidak pernah terlihat pergi kuliah di hari kerja, Senin-Jumat. Banyak yang meragukan pula dengan kemampuannya di bidang ilmu perpustakaan. Keraguan mereka terjawab ketika Fani menjadi Juara 1 Lomba Pustakawan SMA dan SMK Tingkat Kabupaten dan mewakili Purwakarta untuk melanjutkan lomba di Tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia pun mendapatkan Juara 2 Pustakawan tingkat Provinsi Jawa Barat. Pesaingnya saat mendapatkan juara 1 adalah alumni universitas ternama di Indonesia. Ya, ia bangga kuliah UT. Teman-temannya kini tidak meragukan lagi untuk kuliah di UT. Ia berhasil menepis kesan bahwa di UT itu ujian terus dan uang terus sehingga membuat citra UT menjadi negatif. Menurutnya, yang merasa UT seperti itu adalah yang menyerah di tengah jalan dan tidak melanjutkan kuliahnya di UT.

Fani mengapresiasi UT telah hadir dan menjadi jawaban bagi semua lapisan masyarakat yang memiliki keinginan untuk meraih cita-cita. Ia berharap UT terus menerus melakukan sosialisasi memperkenalkan diri sebagai universitas negeri dan mengikis citra negatif yang ada. Ia berdoa agar UT terus berkembang menjadi lebih baik.

Share This Post