Pengejar Mimpi

Pemerintah terus menabuh genderang perang melawan kebodohan dan kemiskinan! Salah satu upaya yang dilakukannya adalah memberikan pemerataan pendidikan kepada setiap warga negara.

Pengejar Mimpi

Hal lain yang dilakukan adalah meningkatkan dan memperluas jangkauan layanan pendidikan, melalui program Bidik Misi. Setiap peserta didik yang berprestasi tetapi tidak mampu membiayai, berhak mendapatkan biaya pendidikan dari Pemerintah.

UPBJJ-UT Bandung saat ini mengelola mahasiswa Bidik Misi sebanyak dua angkatan. Dari 146 orang mahasiswa bidik misi, ada dua orang mahasiswa yang menonjol secara akademik, yaitu Widia Rahmaniar dan Ai Zahroh Nihayati.

Apa dan siapa mereka berdua, bagaimana strategi belajar yang dimilikinya sehingga mampu menorehkan prestasi terbaiknya? Berikut petikan kisah tentang keduanya!

Widia Rahmaniar adalah mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi. Dara manis yang mempunyai hobby membaca ini, sangat bersyukur bisa kuliah dengan mendapatkan beasiswa sehingga dapat membantu ekonomi keluarganya. Widi, demikian gadis pemalu ini biasa disapa, sangat berharap impiannya terkabul. Menjadi Konsultan Keuangan adalah dambaan karirnya di masa depan!

Dengan semangat berapi-api, dia menceritakan pengalaman belajarnya selama ini. Barangkali ini yang menjadi pembeda Widia dengan mahasiswa lainnya. Sebulan sebelum mulai perkuliahan, dia sudah menyiapkan bahan ajar. Bahan ajar itu dibaca dengan membuat catatan kecil atas penguasaan materi yang tengah dipelajarinya. Bahkan bila dirasakan belum dimengerti, dia akan mundur dan mengulang bacaan dari awal lagi.

Tutorial tatap muka, menjadi ajang yang paling ditunggu Widia. Semua materi perkuliahan yang belum dipahaminya, dia tanyakan sekaligus dia memberikan argumentasi atas pemahamannya untuk bisa dikoreksi Tutor.

Tetapi dibalik keuletan dan belajar ala Sparta Widia, kunci keberhasilan penggemar film animasi Jepang ini adalah kedisiplinan dan kemandiriannya dalam belajar. Tak jarang, dia memberikan sanksi kepada dirinya sendiri, bila target belajar tidak terlaksana dengan baik. Alhasil, Widia memperoleh IPK 3,78 pada masa UAS 2014.1.

Upsss….!! Widia rupanya bukan singa tunggal penguasa rimba raya UPBJJ-UT Bandung! Singa yang satu ini tidak kalah garangnya, siapakah dia?

Dialah, Ai Zahroh Nihayati Mahasiswa program S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota, putri kedua pasangan Bapak Daud dan Ibu Eli Ratnaeli. Perawakannya yang kecil tampak gesit ketika ditemui dalam kegiatan tutorial.

Strategi belajar yang diterapkan Ai, hampir sama dengan Widia. Bagi Ai, belajar Mandiri dan berdisiplin adalah harga mati!

Terngiang terus dalam ingatan Ai, penggalan kalimat Mario Teguh dalam Golden Ways : ”Tidak ada yang bisa menghalangi keberhasilan anda, jika sikap anda tepat!” Kalimat sakti itu menjadi inspirasi untuk selalu bersemangat, konsisten dalam menjaga dan memilih sikap terbaiknya. Tak heran, IP sempurna yaitu 4,00 dia dapatkan pada masa registrasi 2014.1.

Gadis belia yang bercita-cita ingin menjadi Planner Profesional ini mengaku kagum pada sistem penilaian berbasis komputer yang diterapkan Universitas Terbuka. Penilaiannya dijamin objektif dengan akurasi data yang nyaris sempurna!

So, apa pelajaran yang bisa kita petik dari dua sahabat kita ini?

Yups, kalian benar! Saat ini, tidak ada batasan antara si kaya dan si miskin dalam mengecap pendidikan tinggi. Kesempatan terbuka lebar untuk meraih prestasi! Selama hayat masih dikandung badan, ada kemauan, siap kerja keras dan tak lupa berdo’a kepada Sang Pemilik Alam Semesta, tidak ada yang tidak mungkin. KUN FAA YAKUN, Jadilah maka Jadi!

Ditulis oleh : Dewi Priamsari, PJ. Kemahasiswaan UPBJJ-UT Bandung.

Share This Post

Share