Ketenangan Bhatin Adalah Segalanya

Tenang dan berwibawa, demikianlah pembawaan seorang putera daerah yang tengah dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah Kota Sibolga.

Mochamad Sugeng

Hadir sebagai wisudawan dalam acara wisuda Universitas Terbuka (UT) Periode II Wilayah 1, terlihat dengan jelas pancaran kebahagiaan di wajahnya, karena ia dapat membuktikan kepada putra tunggal nya jika ia dapat menamatkan pendidikan S2 Magister Manajemen di Universitas Terbuka dengan nilai yang memuaskan.

Mochamad Sugeng, lahir di Probolinggo, Jawa Timur, 21 Nopember 1959, menikahi Nurhasanah dan dikarunia seorang putera yang bernama Dr. Yudistira Hidayat. “saya kuliah S2 selain untuk menambah pengetahuan serta wawasan saya, juga untuk memotivasi putera tunggal saya, bahwa usia tidak menghalangi saya untuk terus belajar, dan Universitas Terbuka adalah tempat yang tepat untuk saya menempuh pendidikan S2” papar pria berwajah teduh ini.

Pria yang mempunyai hobby membaca dan berenang ini adalah alumni FPMIPA IKIP Malang Tahun Ajaran 1983 dan memulai karirnya sebagai Guru SMA taman siswa Probolinggo, kemudian Tahun 1987 diangkat menjadi Kepala SMA Taman Siswa Kraksaan Probolinggo Tahun Ajaran 1990-1997 selanjutnya menjadi Pamong Pengajar pengasuh SMA Taruna Nusantara Magelang, pada Tahun 1998 menjadi Kepala SMA Negeri Plus Matauli Pandan Sibolga, Tahun 2001 menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mochamad Sugeng yang juga peserta terbaik SPIMNAS II ini tergolong bertangan dingin dalam mempimpin Institusi, setelah membesarkan SMA Plus Matauli Pandan Sibolga dan membenahi Pendidikan di Tapanuli Tengah, beliau ditugaskan Bupati Tapanuli Tengah Drs. Panusunan Pasaribu, MM membidani berdirinya SMP AL-Muslimin Pandan, dan juga ditugaskan Drs. Tuani Lumbantobing Bupati Tapanuli Tengah berikutnya untuk mendirikan SMP Negeri Plus Pandan Nauli, kini ketiga Sekolah tersebut diakui prestasinya oleh masyarkat Sibolga dan Tapanuli Tengah.

“Ketenangan bhatin adalah segalanya” adalah motto yang dipegang pria yang menyukai warna hijau ini. Membagi konsentrasi dan konsistensi adalah kendala belajar di UT baginya, namun ia mempunyai strategi jitu untuk mengatasinya yaitu dengan mencuri waktu luang untuk belajar. Strategi jitu tersebut mengantarkan ia menjadi wisudawan saat ini dan membuat ia dapat membuktikan pada putera kesayangannya bahwa ia bisa.

Share This Post