Halal Bihalal Keluarga Besar UT 2022/1443 Hijriah

Bulan Ramadan 1443 Hijriah baru saja berakhir dan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia memasuki bulan Syawal untuk bersilaturahmi dan saling bermaafan. Masih dalam suasana bulan kemenangan Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan halal bihalal dengan tema “Teguh dalam Keyakinan dan Kokoh dalam Kebersamaan Menuju Tatanan Baru UT PTN-BH”. Mengingat pandemi Covid-19 belum usai, maka halal bihalal kali ini dilaksanakan secara hybrid. Para pimpinan di lingkungan UT Pusat melaksanakan kegiatan ini di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Rabu, 18 Mei 2022), dan diikuti oleh seluruh pegawai UT di UT Pusat maupun UPBJJ-UT secara daring. Acara yang dimulai pada pukul 09.30 WIB ini dimulai dengan berjabat tangan sebagai tanda  saling memaafkan lahir batin antar pimpinan dan keluarga besar UT.

Dalam sambutannya, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar UT, karena pada kesempatan ini masih bersua dan memperkuat tali silaturahmi. UT terbukti mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dan siap menghadapi trasformasi menjadi PTN-BH. Selaku pimpinan UT, Prof. Ojat menyampaikan maaf lahir batin kepada seluruh keluarga besar UT. “Mari kita bersihkan hati dari segala hal yang negatif, kita sambut masa depan dengan lebih semangat dan optimis. Mari kita semakin mencintai UT, dengan kebersamaan dan kerja keras, kita akan maju bersama untuk menggapai cita-cita.”

Acara utama pada halal bihalal ini adalah tausiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A. (Rektor UIN periode 2015-2019) dengan tema “Teguh dalam Keyakinan dan Kokoh dalam Kebersamaan”. Beliau berpesan, bahwa kita perlu menegakkan kebersamaan, persatuan dalam keberagaman dengan saling bekerja sama,  untuk membangun bangsa yang kita cintai ini. Sebagaimana Rosulullah sebagai “Rahmatan lil ‘aalamiin,” yang memimpin umat dengan melepas emosi keagamaannya dan menegakkan prinsip universal atau  kebersamaan di tengah keberagaman  keyakinan yang ada di kota Madinah saat itu.