Mendikbudristek Resmikan ICE Institute

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meresmikan Indonesia Cyber Education (ICE) Institute secara daring pada Rabu, 28/07/2021. Peresmian ini dihadiri oleh para Rektor yang tergabung dalam Konsorsium dan para mitra ICE Institute. Pengembangan ICE Institute menjadi loka pasar digital bagi para institusi untuk menyediakan berbagai mata kuliah secara daring dan dimanfaatkan oleh mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala Unit Pengembangan Pembelajaran Dalam Jaringan Indonesia (UPPDJI) Prof. Paulina Pannen, M.LS. menyampaikan bahwa terdapat 14 institusi baik negeri maupun swasta, termasuk Asosiasi Fakultas Ekonomi & Bisnis Indonesia (AFEBI) yang tergabung dalam konsorsium ICE Institute. Hingga saat ini, terdapat 165 mata kuliah yang dapat dimanfaatkan untuk Merdeka Belajar untuk Semua. ICE Institute juga bekerja sama dengan edX dalam penyelenggaraan 1.420 mata kuliah dari 55 perguruan tinggi internasional yang tergabung dalam konsorsium MIT Harvard. Relo, SPADA, dan Kalibrr menjadi mitra ICE Institute dalam penyediaan akses bagi program-program. Program yang dimiliki oleh ICE Institute juga dapat dimanfaatkan bagi 1.880 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang terakreditasi.

Rektor UT yang sekaligus merupakan Ketua Konsorsium ICE Institute Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D, selaku Menteri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2015-2019 yang telah merintis, mendukung, dan menyelenggarakan soft launching ICE Institute pada 2019. Prof. Ojat menambahkan bahwa ICE Institute sebagai galeri mata kuliah yang dapat ditempuh dan dialih kreditkan oleh mahasiswa dengan teknologi blockchain. ICE Institute diharapkan dapat mengembangkan dan implementasikan program Merdeka Belajar untuk Semua dan Kampus Merdeka secara maksimal.

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. mengapresiasi atas kehadiran ICE Institute yang 2 tahun lalu dan datang di waktu yang tepat. Sehingga saat dilanda pandemi Covid-19, perguruan tinggi bertransformasi dengan cepat ke dalam pembelajaran daring dengan pemanfaatan teknologi. Teknologi mengatasi berbagai kendala dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang menuntut untuk mengurangi mobilisasi sehingga pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dimana pun dan kapan pun. Melalui fitur yang dimiliki ICE Institute, diharapkan dapat melaksanakan pemerataan pendidikan dengan baik dari Sabang sampai Merauke. ICE Institute menjadi peluang bagi mahasiswa untuk memanfaatkan sumber belajar berkualitas dunia.

Pada acara peresmian juga dilakukan demo fitur ICE Institute oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. dan tim ICE Institute.