Mendikbud Kunjungi Stan Pameran UT di Dili, Timor Leste

Indonesia dan Timor Leste mempunyai hubungan yang sangat istimewa sebagai negara yang berbatasan daratan secara geografis sehingga memiliki banyak kesamaan secara sosial, budaya, dan agama. Bahasa resmi yang digunakan di Timur Leste adalah bahasa Tetun Portugis, namun kebanyakan penduduk Timur Leste menggunakan Bahasa Indonesia dalam keseharian mereka. Hal ini mempunyai peran aktif dalam mendukung pembangunan di Timor Leste.

Pendidikan merupakan pemahaman bersama yaitu sebagai penggerak rekayasa sosial untuk mencapai kesejahteraan, kemakmuran dan kepentingan nasional yang mampu menjadi satu jembatan antar masyarakat di suatu negara dengan masyarakat internasional. Dalam perkembangan dunia pendidikan, Timor Leste masih memerlukan para ahli di berbagai bidang ilmu untuk membangun bangsanya.

Guna mendukung pendidikan di Timor Leste, Universitas Terbuka hadir dan berpartisipasi pada Pameran Indonesia Higher Education Expo 2019 dengan tema “Achieving your success through better education 4.0” yang berlangsung pada tanggal 25 – 27 April 2019 di Gedung Pusat Budaya Indonesia (PBI), Dili, Timor Leste. Partisipan pameran kali ini sebanyak 19 Perguruan Tinggi Indonesia dan 9 Perguruan Tinggi dari Timor Leste. Pada pameran ini, Direktur UT-Kupang Drs. Yos Sudarso, M.Pd memaparkan sekilas tentang UT di hadapan pengunjung pameran.

Foto Bersama dengan Dubes RI untuk Timor Leste di Stan UT Dili Timor Leste

Pameran ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy yang didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste Sahat Sitorus dan Menteri Luar Negeri Timor Leste Dionisio Soeres Babo. Kunjungan Mendikbud ke Timor Leste sekaligus meresmikan gedung baru, Pusat Budaya Indonesia (PBI) di Timor Leste. Dalam lawatannya, Muhadjir Effendy berkesempatan mengunjungi stan UT dan menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangat mendukung UT agar terus memberikan layanan pendidikan tinggi.

Keikutsertaan UT dalam pameran ini disambut positif oleh berbagai kalangan, tidak hanya masyarakat sebagai pengunjung pameran, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Dubes RI. Sahat Sitorus mengharapkan UT dapat membantu melayani dan bekerja sama dalam meningkatkan Pendidikan di Timor Leste. Lebih jauh, Dubes RI mengungkapkan bahwa UT memiliki kapasitas pendidikan yang dibutuhkan saat ini. Sejalan dengan itu, Dubes RI menyampaikan bahwa Timor Leste tidak hanya mengandalkan minyak atau gas, melainkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi. Indonesia dan Timor Leste berkomitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang handal.