Seminar Kesehatan Nasional: Gaya Hidup Sehat dan Produktif Tanpa Narkoba Menuju Tatanan Baru UT PTN-BH

Universitas Terbuka (UT) memiliki komitmen yang besar dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Dengan jumlah mahasiswa lebih dari 412.000, UT selalu memiliki tujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. Salah satu tantangan besar yang selalu dihadapi Indonesia dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas adalah bahaya narkoba yang telah lama dicap sebagai musuh bangsa.

Komitmen UT dalam memerangi narkoba ditandai dengan partisipasi Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., bersama Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) dalam upaya mewujudkan kampus bebas narkoba. Pada 28 Mei 2022 lalu, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., pun diberi mandat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Harian dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Artipena Masa Bakti Tahun 2022-2025.

Selain itu, UT turut mengambil langkah untuk mencegah pengaruh buruk atas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta prekursor narkotika di lingkungan UT dengan menyelenggarakan kegiatan Seminar Kesehatan Nasional.

Seminar Kesehatan Nasional dengan tema “Gaya Hidup Sehat dan Produktif Tanpa Narkoba Menuju Tatanan Baru UT PTN-BH,” dilaksanakan pada Pada Senin 3 Oktober 2022. Turut hadir secara luring di UTCC, yaitu AKBP Renny Puspita, drg. Vinna Tauria, dr. Reisa Broto Asmoro, Ir. Zaenal Arifin, MT, para Wakil Rektor UT, perwakilan Mitra Bank Mandiri, serta jajaran pimpinan UT. Acara ini turut disiarkan langsung melalui kanal Youtube UT TV dan juga melalui Zoom.

Rangkaian acara dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, M.Bus. Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa fenomena penggunaan narkoba merupakan salah satu fenomena yang terjadi di sekitar kita. Penyebaran narkoba sudah sangat meluas dan tidak kenal usia, jenis kelamin, maupun strata sosial.

Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli masa depan bangsa, UT memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh warga kampus menghindari narkoba. Komitmen ini sangat penting, karena institusi pendidikan memiliki keterlibatan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian untuk mendukung gerakan anti narkoba. Penyalahgunaan narkoba memang membuat resah semua kalangan masyarakat terutama pada usia remaja yang memang sangat rentan terpengaruh dan perlu diwaspadai, tegas Pak Rektor.

Melanjutkan sambutan Rektor UT, Ketua Harian DPP ARTIPENA, Bapak Zaenal Arifin menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menjadi tsunami sosial yang menghasilkan banyak korban jiwa. Bahwa narkoba lebih berbahaya dari pandemi Covid-19 yang telah meretas banyak jiwa. Beliau turut menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar nomor 1 di Asia dalam narkoba. Maka dari itu, Perguruan Tinggi memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan pemberantasan narkoba. Beliau turut menyampaikan bahwa kehadiran Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) memiliki visi untuk bekerja sama membentuk aliansi guna menghasilkan partisipasi civitas akademika yang siap menjadi garda terdepan memerangi narkoba.

Rangkaian dilanjutkan oleh paparan materi dari drg. Vinna Tauria, Konselor Adiksi Muda dan Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Kota Tangerang Selatan. Beliau menyampaikan fakta mengejutkan bahwa bisnis narkoba tetap berkembang secara pesat di masa pandemi Covid-19 ini. Pandemi telah mempercepat pola perdagangan narkoba. Selain itu, sosialisasi mengenai jenis dan efek dari penyalahgunaan zat narkoba juga turut disampaikan dengan harapan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan UT. Tak kalah penting, agar kita dapat mengidentifikasi gejala serta faktor penyebab dari pengguna narkoba. Terakhir, drg. Vinna menyampaikan beberapa cara untuk dapat selalu positif di masa pandemi dan menghindari narkoba, yaitu beribadah, bersyukur, melakukan hobi, konsisten berkarya, dan saling mendukung antar teman dan keluarga.

Kemeriahan seminar terus berlanjut dengan paparan materi dari dr. Reisa Broto Asmoro tentang “Work Life Balance.” Penting bagi seluruh civitas akademika UT untuk memiliki kesehatan yang optimal agar dapat bekerja dengan baik dan nyaman. Beberapa tips disampaikan oleh dr. Reisa mengenai hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan di kantor, termasuk perilaku sehat baik sehat secara fisik maupun secara mental dan sosial. Yang seru, dr. Reisa juga turut mengajak seluruh civitas akademika UT yang hadir secara daring maupun luring untuk melaksanakan olahraga singkat yang dapat dilakukan di kantor guna menjaga kebugaran tubuh. Selain menjaga kesehatan fisik, dr. Reisa juga berbagi cara agar kita dapat senantiasa menjaga kesehatan mental dengan menghindari stres, serta mengelola keadaan psikologis diri. Setelah paparan, sesi tanya jawab disambut antusias oleh civitas akademika UT yang hadir secara luring dan daring. 

Rangkaian kegiatan seminar ini ditutup secara resmi oleh Kepala BNN RI Tangerang Selatan, AKBP Renny Puspita yang menyampaikan rasa terima kasih dan rasa bahagia dapat datang secara langsung ke kantor pusat Universitas Terbuka. Beliau menyampaikan agar generasi muda menjaga diri dari lingkungan yang tidak baik agar aman dari ajakan penyalahgunaan narkoba.

Dengan diselenggarakannya seminar kesehatan ini, diharapkan berawal dari lingkup internal UT sendiri memiliki awareness yang tinggi terhadap pentingnya memiliki pola hidup sehat serta bahaya ancaman narkoba. Dengan demikian, sebagai penyelenggara pendidikan, UT pun mampu menghasilkan SDM yang tidak hanya berkualitas, namun juga memiliki karakter mental yang kuat dan tahan banting dari segala pengaruh negatif.