Studi Banding Badan Diklat BPK RI ke UT Terkait Pengembangan MOOCs dan LMS

Sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ), Universitas Terbuka (UT) selalu siap memberikan akses seluas-luasnya  kepada masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Khususnya sejak munculnya Pandemi Covid-19 pada Maret 2020, sampai sekarang pun banyak perguruan tinggi dan instansi lainnya yang menjadikan UT sebagai tempat menimba perihal pembelajaran jarak jauh.

Pada Senin 26 September 2022, Universitas Terbuka menerima kunjungan Badan Diklat BPK RI untuk melakukan studi banding terkait pengembangan Learning Management System (LMS) dan Massive Open Online Courses  (MOOCs).

Kunjungan diterima oleh Rahmat Budiman, M. Hum., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama dan Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum. Dalam sambutannya Pak Rahmat menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dari Badan Diklat BPK RI yang dalam hal ini ingin mempelajari bagaimana UT mengimplementasikan dan mengembangkan Learning Management System (LMS) dan MOOCs, dimana kali ini adalah kunjungan kedua tim BPK hadir di UT. Pak Rahmat menambahkan bahwa UT siap membantu mempersiapkan lebih lanjut untuk pengembangan infrastruktur juga  teknik pembelajaran digital learning pedagogy yang diperlukan.  Beliau pun berpesan untuk bersama-sama memasyarakatkan online learning kepada seluruh perguruan tinggi dan instansi.

Dwi Setiawan Susanto S.E., M.Si., Ak., Kepala Pusat Akademik dan Teknologi BPK, menyampaikan bahwa maksud kunjungan adalah ingin meningkatkan kompetensi SDM BPK dalam pengembangan inovasi pembelajaran terkait bagaimana UT mengembangkan pembelajaran jarak jauh baik dari design, ekosistem, sistem, dan perubahan budaya organisasi. Dijelaskan bahwa saat ini BPK sedang  dalam tahap mengembangkan BPK Corporate University yang berfokus pada pembelajaran organisasi, sedangkan UT berfokus pada pembelajaran mahasiswa. Melalui studi banding ini harapannya bisa mendalami pengembangan LMS dan MOOCs dan juga bidang-bidang relevan agar memberi manfaat baik UT maupun BPK, juga bagi negara dan publik secara keseluruhan baik nasional maupun internasional.

Selanjutnya, pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Suhartono, S.Pd., M.Pd,. terkait MOOCs. Dalam paparannya beliau memberikan gambaran bagaimana UT melakukan pengembangan pembelajaran jarak jauh maupun pengembangan pembelajaran lainnya terkait implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Selanjutnya, Dimas Agung Prasetyo, S.Kom., M.Sc. Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi menyampaikan pemaparan  terkait Learning Management System (LMS). Dalam uraiannya beliau menyampaikan materi tentang Pengembangan Arsitektur IT untuk Mendukung Pembelajaran Daring. Pak Dimas menjelaskan, bahwa UPT TIK merupakan salah satu unit yang ada di Universitas Terbuka dan bertanggung jawab melakukan pengembangan arsitektur IT UT untuk melakukan pembelajaran daring yang merupakan layanan bantuan belajar utama yang diberikan UT ke mahasiswa. Dimas menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam menggunakan Moodle sebagai Learning Management System (LMS) yang merupakan perangkat teknologi untuk pembelajaran jarak jauh. Salah satu tantangannya yaitu mempersiapkan tutor yang bisa mengoperasikan aplikasi pembelajaran daring dengan baik. Tutor perlu dilatih mulai bagaimana mempersiapkan materi ajar terstruktur, mengoperasikan aplikasi, serta dapat membangun kelas mendasarkan model online pedagogi yang benar.