SALUT di Makassar Kian Berkibar ! Berdiri 1 Lagi di Palopo

Universitas Terbuka (UT) semakin membuktikan tagline “menjangkau yang tidak terjangkau” bukanlah kaleng-kaleng.  Buktinya,  Sentra Layanan UT (SALUT) kembali berdiri di wilayah kerja UPBJJ-UT Makassar pada tanggal 2 Agustus 2022 lalu. Kali ini Kota Palopo menjadi lokasi berdirinya SALUT ke-8 di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pembukaan SALUT di Kota Palopo sebagai perpanjangan tangan dari UPBJJ-UT Makassar dalam memberikan layanan kepada mahasiswa  hingga ke pelosok ini dihadiri oleh Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Direktur UT Makassar Drs. Hasanuddin, M.Si., Walikota Palopo Drs. H. Muh. Judas Amir, M.H., dan sejumlah pejabat daerah di lingkungan Pemkot Palopo, termasuk para rekan Bank mitra, antara lain dari KC Palopo Bank Mandiri. SALUT di Palopo ini merupakan SALUT ke-71 dalam skala nasional.

Direktur UT-Makassar Hasanuddin, M.Si mengungkapkan harapannya  agar  UT Makasar ke depannya semakin diminati oleh masyarakat Sulawesi Selatan dan UT menjadi pilihan utama di saat masyarakat ingin melanjutkan studi. Sementara itu dalam sambutannya, Prof. Ojat Darojat pun mengharapkan agar Universitas Terbuka menjadi tempat terbaik bagi masyarakat Palopo untuk menempuh pendidikan. “Kehadiran SALUT menjadi solusi alternatif berkuliah dengan cara mendekatkan layanan kepada masyarakat. SALUT UT Palopo ke depan diharapkan jadi solusi bagi masyarakat yang tidak mampu melanjutkan studi di perguruan tinggi karena terkendala biaya, jarak, dan waktu,” kata Ojat. Ia  juga menekankan, biaya pendidikan di UT yang terjangkau dan dengan sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ), UT dapat menjangkau segala lapisan masyarakat, termasuk yang di pelosok. Menurutnya, UT tidak boleh mahal dan harus terjangkau bagi semua kalangan. Ojat pun menyampaikan UT hadir untuk menjalankan amanat pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi masyarakat Indonesia yang masih relatif rendah dimana saat ini masih sekitar 30%, sangat jauh dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Lebih jauh Ojat menjabarkan, kualitas akademik UT sangatlah menjadi perhatian dan menghadirkan Lembaga Penjaminan Mutu Internasional sesuai standar yang dianut Perguruan tinggi jarak jauh internasional. Bahan ajar UT dikembangkan dengan menghadirkan content expert, didesain secara self-contained dan self intsructioned, mengikuti kaidah-kaidah pendidikan tinggi jarak jauh. Penjaminan mutu dalam pelaksanaan ujian di UT pun sudah maju, telah diujikembangkan melalui pengaplikasian face recognition dengan teknologi online proctoring yang mampu mendeteksi kecurangan mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal ujian. “Dengan berbagai karakteristik pembelajaran di UT tersebut, kultur masyarakat yang masih beranggapan kuliah harus keluar rumah perlu diubah persepsinya. UT hadir dengan sistem perkuliahan jarak jauh yang fleksibel, siapa pun bisa kuliah, termasuk yang sedang bekerja, bisa tetap bekerja sambil kuliah,” tegasnya.  

Rektor UT juga mengapresiasi semangat Walikota Palopo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palopo dengan mengembangkan pembangunan di segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. “Saat ini UT diajak Bapak Walikota bersama-sama bersinergi membangun masyarakat Palopo dalam hal peningkatan APK sebagai upaya untuk penciptaan kompetensi SDM unggul melalui pembangunan bidang pendidikan. Dengan demikian Palopo nantinya diharapkan menjadi kota yang makin hebat di bumi Sulawesi dan seluruh Indonesia,” pungkas Ojat.

Walikota Palopo Judas Amir pun menghimbau kepada Kadis Pendidikan untuk mendata para guru yang belum S1 agar melanjutkan kuliah di UT melalui SALUT Palopo. Ia menegaskan agar semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyarankan para ASN-nya kuliah di UT, daripada kuliah pada kampus yang kadang tidak jelas dosennya. Walikota pun mengajak Kapolres Palopo, agar mengarahkan semua anggota kepolisian di wilayah Palopo nantinya berpendidikan minimal sarjana. “Ayo Pak Kapolres. Kita kibarkan bendera. Di Palopo yang pertama, semua polisi sarjana. Bisa dicarikan jalannya,” sampai Judas.

Disampaikan Walikota, ASN di Kota Palopo perlu ilmu, pemahaman lebih banyak ke depannya, mendapat wawasan lebih luas, sehinga kualitas SDM di Palopo akan semakin maju dan bersaing ke depannya. ASN di Palopo perlu didorong untuk menang secara keilmuan. Pada kesempatan pembukaan SALUT Palopo tersebut, Pemkot Palopo pun sudah menyiapkan total 60 beasiswa kepada ASN yang mengambil pendidikan di UT. Sedangkan masyarakat Palopo yang sebelum ini telah menjadi bagian dari UT pun sudah cukup banyak, sebagaimana disampaikan Direktur UT Makassar Pak Hasanuddin, bahwa jumlah warga masyarakat Palopo yang telah teregistrasi saat ini 123 mahasiswa, yang terdaftar sejumlah 300 orang, dan yang telah berstatus alumni sudah mencapai 1450 lulusan.

Sebelumnya pada tanggal 22 dan 23 Juli 2022 lalu juga telah didirikan 3 SALUT di wilayah kerja UT Makassar yaitu SALUT Maros, Pangkep, dan SALUT Parepare. Pembukaan SALUT Maros dihadiri Bupati Maros HAS Chaidir Syam, S.IP, MH, Wakil Rektor IV UT Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.  Pada hari yang sama yaitu 22 Juli 2022, diresmikan juga SALUT Syamsuddin Hamid Pangkep, yang diresmikan oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau. Turut hadir Wakil Bupati Pangkep, H.Syahban Sammana, SH, dan Ketua DPRD Pangkep, Haris Gani. Wakil Bupati Pangkep Sahban Sammana dalam sambutannya mengajak warga Pangkep untuk kuliah di UT dan tidak usah ke Makassar lagi untuk berkuliah. “Mencapai target 1.000 mahasiswa UT di Pangkep tidak terlalu susah. Lokasi SALUT sangat strategis, disini juga dekat dengan Bank Sulselbar sehingga para guru dan ASN akan mudah mendapatkan info tentang UT,” kata Sahban.

Esok harinya dilakukan peresmian SALUT Bandar Madani Parepare oleh Walikota Parepare diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Pengembangan Kemasyarakatan dan SDM, M Anwar Amir, STTP, M.Si.