Dengan Semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Terbuka Teken MoU dengan Pemda Kabupaten Manggarai Barat

Universitas Terbuka (UT) merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode online pedadogic. Dalam rangka memberikan layanannya, UT memiliki 39 kantor wilayah atau biasa disebut Uni Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) yang tersebar di seluruh Indonesia. UPBJJ di daerah memberikan kesempatan yang lebih luas serta memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau. Kali ini, UT bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat sepakat melakukan MoU terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kesempatan ini diharapkan UT bersama Pemkab Manggarai Barat dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membantu pemerintah daerah dengan riset, penelitian dan pengembangan kelembagaan daerah. Dalam waktu dekat rencananya turunan dari MoU ini akan direalisasikan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bersifat lebih teknis berupa aplikasi Whistleblowing System (WBS) yang dinamakan e-SIDAK serta aplikasi Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) berbasis risiko yang diberi nama e-SIPADAR kepada Pemkab Manggarai Barat.   

Pelaksanaan penandatanganan ini dilakukan oleh Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Rektor Universitas Terbuka dan Edistasius Endi, S.E., Bupati Manggarai Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Bupati Manggarai Barat pada 19 Agustus 2022.

Bapak Edi mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Rektor dan Civitas Akademika UT yang telah membangun kerja sama dan akan menghibahkan dua aplikasi tersebut. "Terima kasih atas kebersamaan, kepedulian UT. Rektor dan Civitas Akademika adalah orang-orang yang terpanggil dan mau membina dan menuntun kami, semoga di esok hari SDM yang ada di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) ini benar-benar unggul,” ungkap Bupati Manggarai Barat.

Dalam sambutannya, Prof. Ojat melihat Manggarai barat sebagai kawasan DPSP yang sangat potensial dan dalam rangka peningkatan kualitas dan kualifikasi sumber daya manusianya diperlukan kampus yang dapat memberikan fleksibilitas dalam perkuliahannya. Menurutnya, UT merupakan solusi bagi para ASN atau pekerja yang tidak memiliki waktu untuk kuliah secara tatap muka. “Mereka tidak perlu meninggalkan pekerjanya untuk kuliah. UT hadir mengetuk pintu mahasiswa untuk memberikan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau. Bukan mahasiswa yang datang ke kampus tapi UT yang datang ke mahasiswa”, ujar Rektor UT.