Kebersamaan Keluarga Besar Civitas Akademika UT

Hidup sehat dan bugar menjadi dambaan setiap orang, kesehatan raga berpengaruh besar dalam jiwa seseorang. Individu yang sehat akan lebih bersemangat menghadapi kegiatan-kegiatan keseharian dibanding seseorang yang kurang sehat.

Keluarga besar Universitas Terbuka (UT) mengadakan senam gembira di lapangan upacara UTCC Pondok Cabe (Kamis, 28 Juli 2022), dalam rangka menyambut Dies Natalis UT ke-38 dengan menghadirkan instruktur Cantika Ramona Felder, seorang model, pemeran, dan penyanyi Indonesia keturunan Jawa, Minang, Sunda, Jerman, dan Belanda. Ia memulai kariernya sejak kecil sebagai model dan penyanyi cilik. Beranjak remaja, ia turut mengikuti kontes modeling dengan menjadi finalis pada pemilihan GADIS Sampul tahun 2004, serta kebetulan putri artis senior Minati Atmanegara.

Instruktur senam, Cantika Ramona Felder mengatakan ada tiga jenis gerakan dilakukan, yaitu Aerobik, Zumba, dan Cooling Down, yang dibantu oleh dua orang instrukturnya. Cantika menambahkan, bahwa untuk menghindari cidera saat olahraga, jangan terlalu banyak gerakan yang banyak lompat (high impact) dan olahraga harus dimulai dari pemanasan hingga cooling down.

Selain itu, olahraga juga harus dilakukan secara rutin setiap minggu yang berguna untuk menurunkan berat badan, bagus untuk melatih kerja jantung, melancarkan peredaran darah dan pencernaan, tutur Cantika menyampaikan saat diwawancara dengan selalu tersenyum.

Bapak Ir. Adi Winata, M.Sc. (Wakil Rektor bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT), memberikan sambutan saat memulai kegiatan ini dan ratusan pegawai UT ikut memeriahkan acara ini yang juga dihadiri oleh bapak Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Universitas Terbuka), Bapak Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. (Ketua Senat UT), dan para pimpinan UT lainnya.

Kegiatan kebersamaan yang telah hampir lebih dari dua tahun ditiadakan karena pandemi Covid-19 membuat rekan-rekan di UT Pusat semangat melakukan senam bersama ini. Walau masih dengan menjaga protokol kesehatan, kegiatan senam gembira ini berjalan dengan meriah dan semangat kekeluargaan. Keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri harus seimbang, agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan selaras.