“Pricing Strategy for Online Courses” The 13th CEF ICE

Indonesia Cyber Education (ICE) mempersembahkan The 13th Cyber Education Forum (CEF) Universitas Terbuka dengan tema “Pricing Strategy for Online Courses” pada hari Kamis, 9 Juni 2022. Cyber Education Forum yang ketiga belas ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan lebih dari 100 peserta dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UT TV. 

Acara ini dimoderatori oleh Erika Pradana Putri, S.T., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Teknologi UT (FST-UT). Pada kesempatan kali ini, ICE menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama, Michael L. Koening, M.A., pembicara kedua, Dr. Aswin Dewanto Hadisumarto, S.E., MIA., dan pembicara ketiga, Prof. Ir. Togar M. Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU.

Michael L. Koenig, M.A. yang merupakan Associate Dean for Innovation Initiatives & Executive Director of Executive Education Rice University, Texas memaparkan topik “ICE-I Business Model and Pricing Strategy” yang berfokus pada berbagai jenis pendanaan dan sumber pemasukan yang dapat diimplementasikan oleh ICE-I. Pada jangka panjang, diperlukan adanya penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk memperoleh data-data yang nantinya dapat memberikan gambaran tentang sumber pendanaan dan pemasukan yang paling menguntungkan. Namun demikian, beliau menekankan bahwa ICE-I harus tetap mengedepankan jangkauan dan pengaruhnya terhadap masyarakat Indonesia, khususnya pelajar.

Pada sesi selanjutnya, Dr. Aswin Dewanto Hadisumarto, S.E., MIA., dari Universitas Indonesia memberikan paparan dengan topik “Sustainable Online Course Pricing Strategy”. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan tentang lima poin strategi penetapan harga. Selain itu, disampaikan juga bahwa untuk dapat menentukan strategi penetapan harga, sebuah institusi pendidikan harus dapat mengenal karakteristik dari target pasarnya, sebelum kemudian mengumpulkan data untuk mengetahui keinginan membayar (willingness to pay) dari pelanggan, dan menentukan jenis online course yang akan ditawarkan.

Dr. Aswin menyampaikan bahwa pada masa pasca pandemi ini, pelajar yang sebelumnya terbiasa dengan pembelajaran daring kini enggan untuk datang ke kampus. Kelas-kelas dengan sistem belajar online saat ini menjadi lebih menarik dibandingkan dengan kelas-kelas yang menerapkan sistem pembelajaran konvensional. ICE-I dapat memanfaatkan fenomena ini untuk meningkatkan prospek pendapatan dengan menawarkan pembelajaran online untuk pelajar maupun masyarakat umum di Indonesia.

Terakhir, penyampaian materi oleh Prof. Ir. Togar M. Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU. dari Institut Teknologi Bandung bertemakan “Pricing Models of Online Courses” membahas mengenai cara yang tepat untuk menetapkan harga pada pembelajaran dengan sistem online. Penentuan harga kelas online dinilai sebagai aspek yang sangat penting dalam proses monetisasi di dunia pendidikan.

Selanjutnya, beliau menjelaskan tentang lima model penetapan harga pada eLearning, yaitu free, membership, members-only, pay-per-course, dan pay-per-user beserta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, pelaksanaan dari kelima model ini tidak dapat digunakan dalam segala situasi. Maka dari itu dibutuhkan atensi lebih untuk meninjau berbagai aspek yang mempengaruhinya.

Penyelenggara pembelajaran online dengan tujuan menarik minat pelajar dan masyarakat untuk menggunakan layanannya dapat menggunakan strategi variasi harga yang disampaikan oleh Prof. Ir. Togar. Dengan memberikan diskon dan promo di saat tertentu dapat meningkatkan ketertarikan pelajar dan masyarakat untuk membeli layanan yang ditawarkan. Penerapan sistem bundling dan unbundling juga dapat dilakukan untuk memberikan opsi biaya yang akan dikeluarkan oleh calon peserta atau pengguna. Selain itu, strategi customization yang menawarkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna turut mampu menjadi daya tarik. Perusahaan dapat menggunakan layanan customization ini untuk kebutuhan pelatihan para karyawannya. 

 

 

Tags: