UT Melakukan Ekplorasi “Pusat Karir, Kewirausahaan, dan Alumni” ke UNAIR

Peralihan Universitas Terbuka (UT) dari status perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU) menuju perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) menuntut banyak perubahan pada segala aspek kegiatan, baik akademik ataupun non akademik. Aspek pengembangan karir, kewirausahaan, dan pengelolaan alumni menjadi beberapa fokus utama pengembangan institusi UT. Oleh karena itu, Kantor Wakil Rektor Pengembangan Institusi dan Kerja Sama (WR IV) UT berinisiatif untuk melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang terlebih dahulu berstatus sebagai PTN-BH (19/5/2022). Rombongan dipimpin oleh Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) beserta sekretaris LPPM, Prof. Imam Farisi, M.Pd. serta beberapa perwakilan dari Kantor WR IV dan Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan (PPHIK).

Kunjungan yang didampingi oleh Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd., disambut baik oleh Lastiko Endi Rahmantyo, Kasubdit pada Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) UNAIR beserta tim koordinator. Diskusi diawali dengan pemaparan riwayat terbentuknya pusat karir di UNAIR yang sebelumnya disebut Job Placement Center (JPC) tahun 2002 dengan tugas pokok dan fungsinya memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai lowongan pekerjaan di perusahaan-perusahaan mitra UNAIR. Seiring dengan perkembangan kebutuhan mahasiswa yang tidak semuanya berminat bekerja sebagai karyawan, tahun 2009 UNAIR mulai merintis layanan pembekalan kewirausahaan kepada mahasiswa bagi yang berminat untuk mengelola usaha sendiri dengan mengibah JPC menjadi Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PPKK), yang kemudian berubah nama menjadi DPKKA sejak perubahan status UNAIR menjadi PTNBH.

Pada pertemuan kurang lebih dua jam tersebut, banyak hal yang dibagikan secara terbuka oleh tim DPKKA terkait tiga hal yang merupakan fokus kegiatan pada unit tersebut, yaitu pengelolaan pengembangan karir, penanganan inkubasi kewirausahaan, dan pengelolaan alumni/tracer study. Pada kegiatan pengembangan karir, DPKKA secara aktif melakukan pembekalan calon wisudawan berupa seminar sehari yang dilakukan seminggu sebelum wisuda dengan mengangkat tema-tema seputar persiapan mahasiswa memasuki jenjang karir, antara lain pembuatan CV, persiapan wawancara kerja, serta persiapan lainnya yang diperlukan mahasiswa saat terjun ke dunia kerja. Selain itu, UNAIR juga secara rutin berkolaborasi dengan mitra mengadakan Job Fair. Selain itu, beberapa program-program strategis ditawarkan kepada mahasiswa ataupun alumni sebagai bentuk pendampingan UNAIR pada pengembangan karir, antara lain Magang, Airlangga Career Club, Konseling Karir, Talent Scouting, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Sejak tahun 2009, UNAIR menawarkan Program Kewirausahaan dengan melibatkan fakultas/program studi dengan menyediakan dana dalam bentuk hibah bersaing agar mahasiswa sejak awal telah dibekali dengan keterampilan berwirausaha melalui Program Mahassiwa Wirausaha (PMW). Dana ini awalnya diberikan untuk para pemula yang memiliki ide bisnis dengan mengajukan proposal. Salah satu cara memotivasi mahasiswa dalam hal sustainabilitas, DPKKA melalui website menampilkan para mahasiswa yang lolos seleksi proposal, baik foto-foto aktivitas, produk usaha, dan bahkan media sosialnya. Selain itu, program mentoring menjadi salah satu metode yang efektif untuk memonitor keberlangsungan dan keberhasilan program ini.

Pengelolaan alumni dioptimalkan dengan penyelenggaran penelurusan alumni atau tracer study. Pemanfaatan teknologi yang mengintegrasikan portal alumni dengan aplikasi WhatsApp memungkinkan DPKKA, khususnya di bawah Koordinator Pengelolaan Alumni, dapat melakukan tracer study dengan mudah dan cepat. Selain sebagai bentuk apresiasi kepada alumni, UNAIR juga memberikan motivasi kepada mahasiswa melalui penerbitan buku berjudul "Jejak Ksatria Airlangga” setiap tahunnya dengan mengangkat profil-profil alumni UNAIR yang telah sukses dalam karirnya dengan profesi yang beragam.

Dari kunjungan tersebut, UT mendapatkan tantangan untuk dapat mengakomodasi informasi-informasi dan praktik baik yang diperoleh terkait pengembangan karir, inkubasi kewirausahaan, serta pengelolaan alumni sesuai dengan konteks UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) yang memiliki karakteristik berbeda dengan UNAIR sebagai perguruan tinggi tatap muka. Pemberdayaan Unit Program Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ) UT yang tersebar di seluruh Indonesia di bawah koordinasi UT Pusat merupakan salah satu cara terbaik dalam usaha pengembangan karir mahasiswa, membekali mahasiswa dengan ilmu kewirausahaan, serta pengelolaan alumni secara optimal mengingat UPBJJ merupakan unit pelaksana teknis yang secara langsung berinteraksi dan melayani mahasiswa UT.