Kedepankan Gerakan Anti Narkoba, Rektor UT jadi Waketum DPP Artipena

Institusi pendidikan memiliki keterlibatan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian untuk mendukung gerakan anti narkoba. Penyalahgunaan narkoba memang membuat resah semua kalangan masyarakat terutama pada usia remaja yang memang sangat rentan terpengaruh dan perlu diwaspadai. Bentuk kepedulian institusi pendidikan antara lain dengan bergabungnya pimpinan universitas dalam Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) sebagai upaya mewujudkan kampus bebas narkoba. ARTIPENA ini digawangi oleh sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki komitmen sama yaitu melindungi kampusnya dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Sebagai upaya memperkuat kelembagaan dalam mendorong semangat Gerakan Anti Narkoba pada generasi muda khususnya mahasiswa, DPP ARTIPENA melaksanakan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus oleh Plt. Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. pun diberi mandat untuk lebih banyak berkiprah dalam kegiatan anti penyalahgunaan narkoba melalui penunjukan sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Harian dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Artipena Masa Bakti Tahun 2022-2025 berdasar Nomor Surat 056/SKp/DPP/ARTIPENA/III/2022.

Acara pelantikan diselenggarakan secara luring (offline) pada hari Sabtu, tanggal 28 Mei 2022 di Auditorium DIKTI lt. 2 Jl. Pintu I Senayan, Jakarta. Inti acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP ARTIPENA masa bakti 2022-2025 tersebut antara lain Pembacaan SK DPP ARTIPENA Masa Bakti 2022 – 2025, Sambutan Ketua Umum DPP ARTIPENA Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., dan Sambutan Plt. Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof. Dr.Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng.

Dalam sambutannya Prof Sutarto Hadi beliau mengatakan “Hal penting yang harus disadari bersama adalah harus memiliki komitmen yang tinggi untuk pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kampus-kampus kita serta menjaga diri dan keluarga dari penyalahgunaan narkoba”. Sambungnya “Pada tahun 2030 Indonesia akan memperoleh bonus demografi. Salah satu syarat penting untuk memperoleh bonus tersebut adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kualifikasi, dan karakter yang kuat. Bonus tersebut tidak akan terjadi jika generasi muda terjerumus dalam  penyalahgunaan narkoba.”

Kedua, Prof. Nizam dalam sambutannya menyampaikan 3 (tiga) dosa besar yang telah digagas oleh Mas Menteri yaitu intoleransi, kekerasan seksual, dan perundingan atau bullying secara jasmani dan rohani. Beliau menambahkan 1 poin dosa besar dalam perguruan tinggi yaitu penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, hal-hal tersebut tidak boleh ada di lingkungan perguruan tinggi. Sambungnya, beliau mengajak untuk bersama-sama mewujudkan kampus bebas narkoba, kampus bebas bullying, kampus bebas kekerasan seksual dan kampus bersih intoleransi yang sudah di cita-citakan bersama.

Melalui pelantikan pengurus DPP ARTIPENA masa bakti 2022-2025 tersebut, Prof. Nizam berharap generasi muda emas yang menjadi penerus bangsa, semakin terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian upaya membentuk generasi emas yang tangguh, kreatif,  dan cerdas bisa lebih terwujud. Yaitu generasi yang berakhlak mulia untuk membangun masa depan bangsa, Indonesia emas.