Tingkatkan Kualitas SDM, BPS dan UT Jalin Kerja Sama

Kolaborasi antara dua institusi besar di Indonesia ini menarik untuk ditindaklanjuti dalam upaya pengembangan kelembagaan dengan memanfaatkan sumber daya yang dapat disediakan oleh masing-masing pihak. Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas pemerintahan di bidang statistik, sedangkan Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Kedua institusi tersebut sepakat menandatangani Nota Kesepahaman pada Rabu, 27 April 2022 secara daring tentang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, serta kegiatan lain yang disepakati oleh kedua pihak.   

Peserta yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman ini antara lain Kepala BPS (Dr. Margo Yuwono, S.Si., M.Si.), Sekretaris Utama BPS (Ir. Atqo Mardiyanto, M.Si.), Inspektorat Utama (Drs. Achmad Jaelani, M.Si.), dan segenap jajaran deputi di lingkup BPS, serta Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, dan Kepala BPS Provinsi di seluruh Indonesia. Adapun undangan dari UT dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama, Para Dekan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan (PPHIK), Wakil Dekan Bidang Akademik, dan Koordinator di Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama.  

Rektor UT, Prof Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan  BPS kepada UT yang telah mengirim pegawainya untuk kuliah di UT dengan skema beasiswa. UT sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ), ASN BPS bisa melanjutkan pendidikannya namun masih dapat melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari. Adapun skema kerja sama yang disepakati yaitu pemberian beasiswa Tugas Belajar (TB) APBN BPS S1 untuk Program Studi Manajemen, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik diberikan  kepada sebanyak 773 Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) di BPS Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, yang masih berpendidikan SMA/D1. Program TB S1 KSK ini merupakan program afirmasi yang ditetapkan BPS untuk mendorong peningkatan kualitas SDM KSK. 

Sejalan dengan Rektor UT, Kepala BPS memaparkan salah satu keyakinan untuk mengirim KSK untuk kuliah di UT adalah karena fleksibilitas yang dimiliki UT, sehingga para KSK masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari sambil mengenyam pendidikan. Terdapat dua alasan yang mendorong BPS melakukan peningkatan kualitas SDM, khususnya fokus untuk meningkatkan kompetensi KSK di seluruh Indonesia yang akan menjadi pejabat fungsional. Pertama, BPS sedang melakukan transformasi di berbagai bidang di tengah-tengah era disrupsi, sehingga perlu penataan SDM untuk menyesuaikan dengan proses bisnis dan struktur organisasi yang baru. Kedua, dalam rangka mengimplementasikan peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dimana kementerian lembaga diminta untuk melakukan penyederhanaan birokrasi dan penyejahteraan jabatan,  sebagian ASN dialihkan menjadi pejabat fungsional. Tentu rekan-rekan KSK harus memiliki kompetensi khusus sehingga diperlukan peningkatan kompetensi.