ICE Institute berkolaborasi UNESCO-ICHEI: Implementasi Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Indonesia Cyber Education (ICE) Institute menggandeng 3 (tiga) mitra baru yang berasal dari dalam dan luar negeri. Penandatangan dengan UNESCO-ICHEI yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D, IPU, ASEAN Eng., dan Ketua Konsorsium sekaligus Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D.

Penandatanganan Kerjasama yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh para pimpinan dari institusi terkait, Prof. Li Ming (Director UNESCO-ICHEI), Prof. Ismunandar (Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI – UNESCO), Dr. Itje Chodijah (Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO/KNIU), Dr. Libing Wang (UNESCO-Bangkok), Prof. Cher Ping Lim (Chief Expert of IIOE UNESCO-ICHEI), Ms.Han Wei (Professor Executive Deputy Director of UNESCO-ICHEI), Mr. Lyu Feng (Assistant Director UNESCO-ICHEI), Ms. LI Fan (Assitant Director Chief of Asia-Pasific Programe Office UNESCO-ICHEI), dan Mr. Hassan Shehzad (Programme Specialist UNESCO-ICHEI).

Sambutan dibuka oleh Direktur ICE Institute Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. menyampaikan bahwa ICE Institute telah melayani mahasiswa Indonesia sebagai marketplace kursus online sejak Juli 2021. Saat ini kami memiliki 34 institusi mitra, bekerja sama untuk mempromosikan kursus online berkualitas untuk semua. Selama pandemi Covid-19, pendidikan online hadir dan menyelamatkan banyak praktik pendidikan di seluruh dunia, bisa dilihat dengan berkembang pesatnya pendidikan online, yang menambah ilmu pembelajaran tatap muka sebagai apa yang kita sebut blended learning. Dalam sambutannya Prof Paulina mengucapkan terima kasih kepada mitra atas penandatangan kerja sama ini, harapan atas kolaborasi ini mempromosikan ICE Institute menjadi pusat IIOE Nasional, sehingga kami dapat melakukan peningkatan baik dari segi penelitian untuk dosen dan pengembangan masyarakat luas di bidang literasi digital dan teknologi.

Selanjutnya Rektor UT selaku Ketua Konsorsium ICE Institute, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Direktur International Center for Higher Education Innovation Under the Auspices UNESCO-ICHEI-ITB, Politeknik Sahid, dan Lentera Nusantara, dan mengapresiasi terjalinnya kerjasama. Diharapkan kerjasama dengan UNESCO-ICHEI dapat memperkuat pendidikan pembelajaran online di tingkat internasional. Rektor UT juga mengungkapkan, dengan bekerja sama dengan ITB, kami optimis akan memperkuat kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan pengembang game. Selain itu Rektor UT berharap kerjasama ICE Institute dengan Politeknik Sahid dapat memfasilitasi pendidikan vokasi di Indonesia. Sedangkan dengan berkolaborasi dengan Lentera Nusantara, peserta game developer dapat terhubung dengan dunia bisnis dan dunia industri. Kedepannya, diharapkan kerjasama antara ICE Institute dengan UNESCO-ICHEI, ITB, Politeknik Sahid, dan Lentera Nusantara semakin kuat dan menyentuh daerah lain.

Mr. LYU Feng sebagai Assistant Director, Chief of Asia-Pacific Program Office, UNESCO-ICHEI dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk menjalin kerja sama dengan UNESCO-IIOE. Beliau memastikan bahwa masyarakat mendapat  pendidikan berkualitas dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, dan membantu perguruan tinggi mitra di negara-negara berkembang untuk mewujudkan target pendidikan, meningkatkan kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi, mempromosikan pertukaran pengetahuan, dan menyediakan akses yang berkualitas.

Selanjutnya Prof. LI Ming, Director of UNESCO-ICHEI memberikan sambutanya dalam penandatangan perjanjian kerjasama, beliau menyambut baik dan ucapan rasa terima kasih dan serta dukungan dalam kerjasama yang terjalin. Beliau melihat ICE Institute sangat mengerti akan kebutuhan baik pengajar maupun mahasiwa. Oleh karena itu kami akan membantu dan mendukung dalam hal sumber daya, baik  dalam peningkatan kompetensi pengajar untuk menerapkan TIK di perguruan tinggi, dan untuk pengembangan keahliannya. Ke depannya kedua institusi akan saling menguntungkan dan dapat mengimplementasikan pendidikan yang berkualitas dan merata.

Sambutan Prof. Cher Ping Lim, Chief of IIOE, UNESCO-ICHEI menyampaikan, bahwa momen penandatangan kerjasama ini merupakan tonggak baru, bahwa Indonesia mempunyai perwakilan pendidikan inklusif dari UNESCO dan ICE Institute sebagai pelaksananya. Semoga ke depannya kerjasama ini menghasilkan pendidikan yang berkulitas dan merata bagi semua.

Selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., menyampaikan kata penutup, sebelum dilakukan penandatangan kerjasama. Beliau menyampaikan selamat atas terjalinnya kerjasama, serta berharap agar kerjasama ini mampu berperan dalam perluasan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas bagi kedua institusi dan kedua negara. Yaitu terutama dalam bidang teknologi dan siap menghadapi revolusi industry dan era society 5.0, dan dalam upaya pemenuhan pembelajaran bermutu oleh semua masyarakat di mana pun dan kapan pun.