The 12th Cyber Education Forum (CEF) ICE-I UT: “Automated Essay Scoring System for Online Learning”

Indonesia Cyber Education (ICE) Institute mempersembahkan The 12th Cyber Education Forum (CEF) Universitas Terbuka (UT) dengan tema: “Automated Essay Scoring System for Online Learning” pada hari Selasa, 26 April 2022. Cyber Education Forum (CEF) ini dilakukan melalui Zoom Meeting  dengan sebanyak 200 lebih peserta  tergabung, serta melalui video streaming  yang dapat diakses di channel Youtube UT TV.

Acara ini dimoderatori oleh Venty Fitriany Nurunisa, S.E., M.Si., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Teknologi  UT (FST-UT). Pada kesempatan kali ini, Indonesia Cyber Education (ICE) Institute menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama, Prof. Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng. - Universitas Indonesia, Pembicara kedua, Dr. Retno Kusumaningrum, M.Kom. - Universitas Diponegoro, dan yang ketiga, Prof. John Fischetti Pro Vice-Chancellor Collage of Human and Social Futures The University of Newcastle, Australia.

Prof. Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng. dalam paparannya menjelaskan tentang pengembangan sistem “Automated Essay Scoring System” yang pada topik kali ini difokuskan dalam penggunaan Essay berbahasa Indonesia. Berawal dari bagaimana sebuah sistem dapat  memeriksa essay secara otomatis dengan menggunakan komputer. Sistem ini ditujukan agar memiliki penilaian yang objektif, walaupun skema jawaban dalam bentuk essay. Karakteristik sistem ini yaitu dapat mempercepat proses penyelesaian penilaian, sehingga dinamakan sistem “Automated Essay Scoring System”. Proses pengembangan sistem ini menggunakan SIMPLE-O (sistem penilaian essay otomatis). Sedangkan bahasa yang dinilai yaitu bahasa Indonesia dan juga bahasa Jepang. Dalam penilaiannya, sistem ini menggunakan program bahasa yang terdiri dari: C, PH, dan PHYTON, dengan menggunakan Algoritma: LSA, Winnowing, Machine Learning, dan Deep Learning.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Retno Kusumaningrum, M.Kom., beliau memaparkan mengenai “Artificial Intelligence as The Brain of Automated Essay Scoring System.” Dijelaskan bahwa AI (Artificial Intelligence) dalam “Automated Essay System” merupakan teknik komputer yang dapat menirukan perilaku manusia yang memiliki kecerdasan.

Dr. Retno menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan waktu selanjutnya muncul machine learning (pembelajaran mesin). Menurut beliau, machine learning merupakan machine atau komputer sebagai bagian dari AI dalam proses pengembangannya mengalami peningkatan kemampuan untuk melakukan sesuatu layaknya manusia yang memiliki kecerdasan, misal dalam hal kemampuan belajar.

Harapannya komputer dapat belajar dari data untuk bisa meningkatkan kecerdasan. Selain itu terdapat deep learning  yang memfokuskan pada neural network dengan sifat komplek. Biasanya deep learning menjadi metode yang dikembangkan untuk berbagai penelitian maupun berbagai domain permasalahan di era internet ini dimana ketersedian data menjadi sangat besar.

Dr. Retno menyampaikan bahwa bagaimana Artificial Intelligence menjadi ‘’otak” dari sistem Automated Essay Scoring yang mengklasifikasi kumpulan dari entry task/ data tekstual dalam jumlah banyak. Dalam penerapannya, Classical AI tidak fair, karena harus mengumpulkan rule yang begitu banyak, sedangkan kita menginginkan machine ini dapat memahami konsep yang lebih abstrak baik logik maupun konteks.

Dalam posisi sekarang ini Classical AI tidak dapat diterapkan, era saat ini lebih sesuai untuk menggunakan machine learning dengan zero rule, dimana setiap teks akan ditransformasi dalam merepresentasi  berbagai konteks yang akan dipahami oleh komputer dan juga komputer akan melihat jawaban dan nilai yang sudah diterapkan oleh human grader. Mesin/komputer ini dapat memberikan nilai dengan data yang cukup, maka mesin ini mampu memberikan nilai tanpa supervisi dari manusia.

Untuk pembicara ketiga, Prof. John Fischetti Pro Vice-Chancellor Collage of Human and Social Futures The University of Newcastle, memaparkan sistem penilaaian otomatis. Yaitu sistem yang memastikan bahwa program selalu mutakhir, memenuhi standar kualitas tinggi, terus-menerus merespons perubahan, dan karenanya, mematuhi praktik peningkatan berkelanjutan.  Prof. John menjelaskan penilaian otomatis sebagai alat modern yang digunakan untuk pemrograman pengajaran dan pembelajaran, serta pelaporan penelitian.

Selanjutnya Prof. John menjelaskan objek dan konten pendidikan yang digunakan dalam penelitian terstruktur, misal berkaitan dengan deskripsi kelompok yang terlibat dalam penelitian, motivasi, harapan, dan sebagainya. Bagian ini memfokuskan pada penelitian dalam dua hal, yaitu identifikasi perbedaan yang signifikan antara kelompok yang terlibat dan identifikasi korelasi antara penilaian otomatis dan hasil tes.