Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama UT dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri

Dalam melayani mahasiswanya Universitas Terbuka (UT) selalu berupaya untuk memfasilitasi agar proses perkuliahan mahasiswa tidak terkendala. Salah satu upayanya adalah dengan bekerja sama untuk Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam lingkup tugas UT. Masih dalam rangkaian wisuda periode II tahun ajaran 2020/2021, pada kesempatan yang baik ini UT melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri). Penandatanganan PKS dilakukan oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe (30/11/2021). 

Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah mengenai perkembangan yang ada di jajaran pemerintah. Dalam menghadapi Era Disrupsi, Sumber Daya Manusia (SDM) dituntut untuk adaptif dalam menghadapi perubahan, sehingga SDM yang merupakan penggerak perubahan diharapkan mampu terus belajar dan beradaptasi. Prof. Zudan mengapresiasi para pendiri Universitas Terbuka (UT) yang berani mewujudkan pembelajaran terbuka dan jarak jauh 37 tahun lalu masih dianggap sebelah mata. Menurut Prof. Zudan, mahasiswa UT patut berbangga, proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 bukan menjadi hal yang sulit bagi UT karena mahasiswa UT telah terbiasa dengan belajar secara mandiri dan jarak jauh.

Prof. Zudan menambahkan bahwa hal yang perlu diperhatikan selama proses belajar mengajar secara jarak jauh yaitu menjaga keterikatan dosen dan mahasiswa. Mahasiswa perlu menjunjung tinggi tata krama dan sopan santun sehingga dapat menjalin keterikatan dan komunikasi yang intensif dengan dosen. Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang masif, SDM dituntut untuk beradaptasi dengan bertahan dan mengikuti perkembangan teknologi. SDM diharapkan mampu  berpikir positif, kreatif dan inovatif dengan tetap menjalin kekuatan tim yang solid dan kuat. Karakter SDM yang diperlukan untuk beraptasi adalah integritas, sinergi dan kolaborasi, siap bekerja dalam tim. SDM patut mencontoh nilai-nilai yang dimiliki oleh Nabi Muhammad yaitu berjiwa amanah, fatonah, tabliq dan sidiq. 

Dalam sambutannya Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan di era New Normal UT semakin memantapkan jati dirinya sebagai leader institusi Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) di Indonesia. Sejak awal pendirian UT 37 tahun yang lalu, UT telah menerapkan sistem belajar jarak jauh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Selain mengimplementasikan “Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka” yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), UT membangun SDM unggul melalui Digital Learning Ecosystem, baik dalam pelayanan akademik maupun non-akademik.

Prof. Ojat menambahkan kerja sama yang dilakukan dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri  ialah dalam sinkronisasi, verifikasi, dan validasi atas pengelolaan data calon mahasiswa, mahasiswa, calon dosen, dosen, calon tenaga kependidikan, tenaga kependidikan, dan alumni dalam rangka penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Melalui kerja sama ini beliau berharap calon mahasiswa dan mahasiswa UT yang mengalami persoalan identitas dapat terfasilitasi sehingga tidak menghambat proses perkuliahan dan kelulusan.