Sarasehan 2021: UT Buka Peluang Bagi Pekerja Migran Melanjutkan Pendidikan Tinggi

Dalam rangka peningkatan kerja sama antara Universitas Terbuka (UT) dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Luar Negeri, Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memfasilitasi pertemuan dalam acara Sarasehan yang dilakukan secara daring pada Kamis, 13/7/2021. Pertemuan kali ini bertujuan untuk berdiskusi dalam Meningkatkan Akses Layanan Pendidikan Tinggi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Luar Negeri.

Dalam sambutannya, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyapa 19 perwakilan Atdikbud yang berkenan hadir secara daring. Rektor UT mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari para atase dalam mendorong para pekerja migran untuk melanjutkan kuliah di UT. Tercatat sebanyak 2200 mahasiswa UT dari 50 negara dan 90 kota mengikuti ujian akhir semester lalu. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa UT tersebar di seluruh penjuru dunia. Rektor UT berharap bahwa pekerja migran yang mengembangkan potensi diri dengan berkuliah di UT, setelah pulang ke tanah air dapat memberikan manfaat di Indonesia.

UT telah menjalin kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman dengan KBRI dan KJRI sejak Februari 2012 dalam peningkatan akses dan layanan luar negeri melalui sistem PJJ. Guna meningkatkan pelayanan, UT terus mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi, yaitu SRS 5G, online billing system, toko buku online, perpustakaan digital, tutorial webinar bagi mahasiswa dan ujian online berbasis online proctoring.

Hendarman selaku Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendibudristek RI mengapresiasi atas capaian UT dalam meningkatkan sumber daya manusia hingga ke luar negeri. Ia menambahkan bahwa peran atase wajib mendukung PJJ dan proaktif dalam memfasilitasi peningkatan capaian pekerja migran yang mendapat akses ke pendidikan tinggi.

Yaya Sutarya selaku Atdikbud KBRI Beijing mendorong para pekerja migran Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pendidikan melalui program “Ayo Sekolah Lagi”. Sebanyak 175,000 pekerja migran di Hong Kong menjadi target untuk sosialisasi dan mengenalkan pendidikan berkelanjutan termasuk untuk berkuliah di UT. Melalui berbagai kegiatan, KBRI menyisipi informasi mengenai kuliah di UT untuk memberikan semangat bagi para pekerja migran untuk melanjutkan pendidikan.