The 4th Cyber Education Forum : Tata Kelola dan Penjaminan Mutu Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh

The 4th Cyber Education Forum (CEF) Universitas Terbuka (UT) diselenggarakan oleh Unit Pengembangan Pembelajaran Dalam Jaringan Indonesia (UPPDJI) atau yang dikenal dengan Indonesia Cyber Education Institute (ICE-I) pada Kamis (29/07/2021). Mengusung tema “Open and Distance Education Governance and Quality Assurance” forum ini menghadirkan dua pembicara yaitu CEO edX, Prof. Anant Agarwal dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan, Dr. Rijanto Purbojo, S.Psi., M.Sc. Acara yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube UT TV dihadiri tidak hanya partisipan dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

Dibuka oleh sambutan dari Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama, Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan selamat atas peresmian ICE-I yang digelar pada Rabu (28/07/2021). Selain itu beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada ICE-I yang telah menyelenggarakan The 4th CEF dengan mengundang dua pembicara yang luar biasa dan tema yang relevan dengan keadaan sekarang yaitu migrasi dari pendidikan tinggi berbasis kampus menjadi perguruan berbasis online.

Kepala Unit ICE-I, Prof. Paulina Pannen, M.LS. menyampaikan rasa terima kasih kepada dua pembicara yang hadir pada The 4th CEF untuk dapat menyampaikan gagasannya dalam membantu perkembangan ICE-I. Sebagai marketplace ICE-I menawarkan mata kuliah tidak hanya dari perguruan dalam negeri tetapi luar negeri salah satunya seperti edX. Dalam perkembangannya, ICE-I melakukan riset-riset untuk memperbaiki kualitas sistemnya dikarenakan pembelajaran online merupakan hal yang baru di Indonesia.

CEO edX, Prof. Anant Agarwal dalam presentasinya memaparkan perbedaan era sebelum Covid dan era setelah Covid. Era sebelum Covid pembelajaran sama sekali tidak dilakukan secara online, melainkan diberlakukan sistem tatap muka. Ketika Covid-19 muncul, semua pembelajaran tatap muka dilakukan penuh secara online. Begitu vaksinasi Covid dilakukan, pembelajaran dilakukan secara blended learning atau pembelajaran campuran antara tatap muka dan online. Menurut Prof. Anant Agarwal, di era setelah Covid akan diberlakukan pembelajaran blended learning dikarenakan ketika kejadian Covid-19 sudah terciptanya kebiasaan baru dan blended learning menawarkan fleksibilitas.

Selaku Dosen Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan, Dr. Rijanto Purbojo, S.Psi., M.Sc. menjelaskan mengenai kerangka kerja penjaminan mutu dan tata kelola pendidikan terbuka dan jarak jauh. Pada ICE-I perguruan-perguruan tinggi di Indonesia berkolaborasi dalam satu portal. ICE-I akan terus berkembang dan perguruan-perguruan tinggi akan lebih banyak peluang kerja sama tetapi sebelum memperluas jaringan perguruan-perguruan tinggi tersebut harus memenuhi beberapa kerangka kerja penjaminan mutu. Beliau saat ini melakukan penelitian sesuai dengan tema forum pada kali ini yaitu “Open and Distance Education Governance and Quality Assurance” bersama dosen-dosen dari perguruan tinggi lainnya.