Perjanjian Kerja Sama ICE Institute dengan Perguruan Tinggi Mitra

Dalam rangka pengembangan pembelajaran daring di Indonesia,  Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) melalui Universitas Terbuka (UT) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perguruan tinggi mitra bertempat di UTCC (06/05/2021). Acara penandatanganan dihadiri oleh perguruan tinggi mitra secara luring diantaranya Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pelita Harapan, Universitas Pradita, Institut Pertanian Bogor, maupun secara daring yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Acara dibuka oleh sambutan dari Kepala ICE Institute, Prof. Dr. Paulina Pannen M.LS. Beliau menyampaikan bahwa PKS ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan pembelajaran daring secara bersama-sama dalam platform ICE Institute sebagai galeri pembelajaran daring di Indonesia. Diantaranya penyediaan dan pemanfaatan mata kuliah dan bahan belajar daring, penelitian pembelajaran daring di Indonesia dan memfasilitasi pemanfaatan block chain, yang dapat dimanfaatkan untuk alih kredit serta penyelarasan dengan pasar kerja digital. Setelah konsorsium terbentuk melalui PKS, diharapkan manfaat ICE Institute akan lebih dirasakan oleh berbagai pihak khususnya komunitas pendidikan tinggi di Indonesia dan memberikan makna berarti dalam pengembangan pembelajaran secara daring sehingga alumninya mampu berkompetisi di dunia kerja.

Dalam sambutannya, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan bahwa melalui penandatanganan PKS diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran daring di Indonesia, khususnya pada pendidikan tinggi. ICE Institute menjadi salah satu jawaban dan solusi strategis yang diambil oleh pemerintah dalam mengaplikasikan merdeka belajar bagi seluruh masyarakat. Pembelajaran daring dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat mulai dari perkotaan hingga pelosok Indonesia.

Selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., memberikan arahan bahwa Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, sejak tahun 2019 harus diterapkan secara optimal khususnya bagi perguruan tinggi. Hal ini untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing tinggi. ICE Institute sebagai Program Ditjen Dikti yang dititipkan kepada UT karena dipercaya selama lebih dari 30 tahun sebagai pionir pendidikan jarak jauh. ICE Institute tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan adanya kerja sama antar perguruan tinggi disertai komitmen untuk saling mendukung.  Kerja sama yang telah disepakati hari ini perlu dikembangkan dan diharapkan semakin banyak perguruan tinggi ataupun instansi pemerintah yang terlibat dalam market place ICE Institute baik sebagai sumber ataupun pengguna materi pembelajarannya.