KSF UT ke-18 Bahas Akses Terhadap Kesetaraan Kesempatan

Kegiatan Knowledge Sharing Forum (KSF) yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT) telah memasuki seri ke-18. Acara dengan tema “Akses Terhadap Kesetaraan Kesempatan (Equal Opportunity)” ini diselenggarakan secara daring melalui platform Microsoft Teams dan YouTube UT TV pada Kamis (22/04/2021). Dalam rangka memperingati hari Kartini, KSF kali ini menghadirkan wanita-wanita tangguh Indonesia sebagai narasumber. Mereka adalah Ibu Retno Marsudi S.I.P., LL.M (Menteri Luar Negeri RI), Ibu Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M. (Bupati Nunukan), Ibu Hj. Idza Priyanti, A.Md., S.E. (Bupati Brebes) dan Ibu Hj. Indah Putri Indriani, S.IP., M.Si. (Bupati Luwu Utara), serta Ibu Gina Sonia sebagai moderator.

Pada sambutannya, Prof Ojat berterima kasih kepada Ibu Retno Marsudi dan Kementerian Luar Negeri Indonesia karena jalinan kerja sama yang sudah terbangun cukup lama dengan UT dan memberikan dampak positif terhadap pemerataan akses pendidikan khususnya mereka yang berada luar negeri. Prof Ojat juga tidak memungkiri peran Kementerian Luar Negeri dalam membantu pelaksanaan ujian mahasiswa UT di luar negeri. Tercatat sekitar 2500 mahasiswa UT mengikuti ujian akhir semester pada pertengahan bulan Desember 2020 di 91 negara dengan baik.

Rektor UT juga mengapresiasi para bupati yang telah mendukung UT dan bersedia menjadi narasumber di kegiatan KSF ini. Prof. Ojat berharap kehadiran para wanita tangguh di KSF ini dapat memberikan kontribusi dan dampak yang positif bagi UT dalam memberikan akses layanan pendidikan khususnya untuk para ibu Indonesia baik yang berdomisili di kota-kota maupun daerah yang sulit dijangkau sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi.

Ibu Retno dalam sambutannya mengingatkan bahwa negara akan selalu berusaha ada untuk melindungi Warga Negara Indonesia di luar negeri dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama kaum perempuan karena sebagian besar PMI merupakan perempuan.

Tak lupa, Ibu Retno mengucapkan selamat hari Kartini bagi semua Srikandi di Universitas Terbuka dan untuk Indonesia. Visi dan Misi Ibu Kartini di dua abad lalu berhasil diwujudkan oleh UT karena UT membuka akses pendidikan tinggi seluas luasnya bagi siapa pun termasuk kaum perempuan dan PMI. Hal ini terbukti dengan data yang tercatat yaitu 65% dari seluruh mahasiswa UT adalah perempuan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia ini berpesan bahwa perbedaan seharusnya mempersatukan kita, bukan memecah belah kita "Differences must unite us they should not divide us". Diharapkan kaum perempuan dapat menjadi motor penggerak persatuan bangsa terutama pada era pandemi Covid-19 seperti ini. Penting bagi perempuan untuk menguatkan solidaritas persatuan dan toleransi. Terakhir, Ibu Retno meyakini bahwa perempuan selalu bisa menjadi bagian penyelesaian masalah "Women can always be part of solution. Let's do this not only for Indonesia but also for the world.”

Selanjutnya, Ibu Asmin Laura sebagai Bupati Nunukan membahas tentang semangat wanita dalam menjalani kehidupan. Penting bagi setiap perempuan untuk bisa menjaga sikap dan kelakuan. Seperti pesan Ibu Kartini “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri”. Sebagai perempuan kita harus semangat dan jangan patah semangat dalam menggapai impian. Terakhir, Ibu Asmin menyatakan bahwa pada akhirnya semua hal yang dilakukan harus dimaknai sebagai bentuk rasa khidmat dan syukur kepada Allah SWT.

Pada materi selanjutnya disampaikan oleh Bupati Brebes, Ibu Idza menyatakan bahwa aktualisasi diri perlu bagi seorang perempuan sebagai teladan bagi keluarga, khususnya anak-anak. Hal ini juga yang diwujudkan oleh Ibu Idza dengan melanjutkan studi doktornya di Universitas Diponegoro. Bupati Brebes dua periode ini percaya bahwa dengan menempuh pendidikan tinggi itu akan memberikan dampak positif baik untuk diri pribadi, keluarga dan negara. Ibu Idza berpesan untuk perempuan Indonesia agar jangan pernah menyerah karena apa pun masalah yang kita hadapi pasti ada solusinya “Ma jadda wa jadda, siapa bersungguh-sungguh ia akan berhasil”.

Sebagai pembicara terakhir, Bupati Luwu Utara, Ibu Indah Putri memaparkan materi tentang kesetaraan dan kesempatan pada perempuan. Menurutnya, kehadiran UT mampu memberikan ruang yang besar kepada seluruh perempuan baik mereka yang bekerja di sektor formal maupun informal termasuk para ibu rumah tangga.

Lebih lanjut, menurut Ibu Indah, Kartini sejati itu bukan hanya mereka yang bekerja di pemerintah maupun lembaga swasta yang menduduki posisi strategis tetapi yang tidak kalah penting adalah ibu-ibu rumah tangga. Pada prinsipnya, perempuan perlu percaya diri dan terus meningkatkan kompetensi yang mereka miliki agar dapat bersaing di semua lini kehidupan.

Sebagai Penutup Bapak Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., Ph.D. selaku wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama UT mengapresiasi semua narasumber yang telah berpartisipasi dalam kegiatan KSF ini. Diharapkan dari kegiatan KSF ke-18 ini akan banyak perempuan-perempuan termotivasi oleh pernyataan dan pengalaman para narasumber.