Indonesia Belajar dari Rumah: Daring Hingga Luring

Pandemi Covid-19 mengubah banyak tatanan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Keharusan menjalankan protokol kesehatan Covid-19, termasuk mengurangi aktivitas di luar rumah menjadi sebuah kebiasaan hidup baru. Termasuk sektor pendidikan yang harus dilaksanakan di rumah. Tantangan dalam menghadapi Covid-19 memunculkan inovasi dalam pendidikan di Indonesia.

Menanggapi hal ini Universitas Terbuka bekerja sama dengan Media Indonesia menyelenggarakan webinar Indonesia Bicara "Indonesia Belajar dari Rumah: Daring Hingga Luring" yang ditayangkan melalui platform Youtube Channel pada hari Kamis (5/11/2020). Webinar kali ini mengundang keynote speaker Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Kemendikbud Republik Indonesia, dan Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus. Ph.D. Acara dimoderatori oleh Ketua Dewan Redaksi Media Group Usman Kansong.

Dalam dialog tersebut Nadiem menyatakan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 para pendidik dituntut untuk berinovasi agar proses pendidikan belajar mengajar tetap berjalan. Berbagai inovasi terbit dalam dunia pendidikan, diantaranya Inovasi kurikulum dalam bentuk penyederhanaan kurikulum. Lalu inovasi teknologi dilakukan dalam penyampaian proses belajar mengajar dan mengefektifkan dana bos pada lokasi 3T dan dana bos afirmasi untuk sekolah swasta. Hal senada juga dilakukan dalam inovasi metode pembelajaran yang dilakukan dengan menggali berbagai platform teknologi untuk tetap menjalankan proses belajar mengajar. Kementerian dan Pendidikan Kebudayaan mencanangkan program 2021 yaitu digitalisasi sekolah dengan memastikan toolkit Teknologi, Informasi dan Komunikasi diakselerasi dengan inisiatif platform dengan melihat kemampuan di sekolah masing-masing.

Nadiem pun mengapresiasi capaian UT yang menjadi pionir dalam penyelenggaraan PJJ dan memiliki jumlah mahasiswa terbesar. UT dijadikan model dan menjadi salah satu dukungan Kemendikbud dalam menyediakan pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah. Nadiem juga melihat potensi online learning yang dapat dilaksanakan secara permanen.

Sementara Nizam melihat bahwa para dosen di Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi perubahan di masa pandemi Covid-19, termasuk bantuan dari berbagai lapisan masyarakat dalam bentuk relawan pendidikan. Nizam juga mengapresiasi banyaknya pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh berbagai universitas, serta penelitian yang berfokus dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Kemendikbud dan UT saling bersinergi, berbagi dan bekerja sama dalam penyediaan layanan pendidikan jarak jauh, yakni spada.kemendikbud.go.id yang dapat diakses oleh guru, dosen, siswa dan mahasiswa secara gratis. Ojat menyatakan bahwa UT semakin berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan TIK, sehingga Learning delivery dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan misi pemerataan akses kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama masyarakat di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). Dalam pendidikan jarak jauh, UT menyediakan bahan ajar yang berbeda dengan textbook biasa yaitu dilengkapi dengan self-instruction, sehingga mahasiswa dapat mempelajari mata kuliah dengan sendiri. Saat ini, UT mengembangkan ujian online berbasis web dengan bantuan online proctoring sehingga mahasiswa UT dapat melaksanakan ujian online dimana saja asalkan terhubung dengan koneksi internet.