MPR-RI dan UT Tandatangani Nota Kesepahaman

Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan kepedulian terhadap perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Ini dibuktikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) dan UT yang berlangsung di Gedung Nusantara III lantai 9, Jumat (28/8/2020 ). Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Ketua MPR-RI H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A dan Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar MPR-RI bagi UT. Diharapkan nantinya pihak UT akan mendapatkan pemahaman secara utuh, menyeluruh, serta dapat membantu meningkatkan kualitas pelaksanaan tentang nilai-nilai Empat Pilar MPR-RI di tingkat pusat dan daerah. Tak hanya itu, UT diharapkan dapat meningkatkan peran untuk mendukung tugas konstitusional MPR-RI dalam memperkukuh dan memelihara kerukunan nasional serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua MPR-RI menyatakan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra penting bagi MPR-RI dalam bersama berjuang membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga cerdas dalam wawasan kebangsaan. Menurut Bambang, wawasan kebangsaan harus dibangun karena tidak lahir secara alamiah, tetapi merupakan proses berkesinambungan yang harus ditanamkan, dirawat, dijaga agar tumbuh dan berkembang.

Kondisi saat ini dimana pengguna internet di Indonesia sekarang mencapai 64 persen dari jumlah penduduk, sangat relevan dengan keberadaan UT. Platform Pendidikan Jarak Jauh yang dilaksanakan UT sangat cocok untuk meningkatkan pemerataan kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi masyarakat di berbagai wilayah, sekaligus mensosialisasikan Empat Pilar MPR-RI berbasis daring.