KSF 11 Soroti Inovasi Penjaminan Mutu

Rangkaian kegiatan Knowledge Sharing Forum (KSF) yang digelar Universitas Terbuka (UT) terus berlanjut. Setelah sempat rehat selama satu minggu, KSF ke-11 dilaksanakan secara daring melalui platform Microsoft Teams dan ditayangkan melalui Channel Youtube UT TV, Rabu (12/8/2020).  KSF kali ini mengangkat tema “Inovasi Penjaminan Mutu Untuk Pendidikan Berbasis Teknologi Pasca Covid-19” dengan mengundang para pakar dari dalam negeri dan luar negeri, yaitu Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D. Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Dr. Zaid Majeed dari Allama Iqbal Open University, dan Aminudin Zuhairi, Ph.D. dari Universitas Terbuka, serta Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. selaku moderator.

Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. membuka secara resmi KSF ke-11. Dalam sambutannya, Prof Ojat berharap kegiatan ini dapat memacu inovasi terbaik di bidang pendidikan. Saat ini menurutnya, UT sedang mengembangkan teknologi online proctoring untuk sistem penilaian. UT terus menjangkau berbagai lapisan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Hingga saat ini, UT juga terus berinovasi serta menjalin kerja sama dengan berbagai institusi untuk mendukung pendidikan jarak jauh (PJJ) di Indonesia.

Narasumber pertama yaitu Aminudin Zuhairi, Ph.D. memaparkan penjaminan mutu yang dilakukan UT. Ia menekankan bahwa kualitas adalah prioritas dalam dunia pendidikan termasuk dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh guna menghasilkan lulusan yang berkualitas. Teknologi pembelajaran berbasis online dan digital platform menjadi alat dalam penyelenggaraan PJJ.

Sedangkan Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D. selaku narasumber kedua menyatakan bahwa pandemi Covid-19 menjadi momen percepatan transformasi digital dikarenakan keterbatasan dalam interaksi tatap muka secara langsung. Bambang mengapresiasi capaian yang dilakukan UT dalam pengembangan PJJ di Indonesia dan berharap UT dapat mendukung kurikulum yang berlaku di Indonesia. Melalui transformasi teknologi, diharapkan artificial intelligence dijadikan media untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dari proses bisnis UT yang sejalan dengan peningkatan jumlah mahasiswa UT. UT dapat memfasilitasi mahasiswanya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di rumah dan memfasilitasi pembelajaran jangka panjang.

Dr. Zaid Majeed selaku narasumber ketiga berbagi pengalamannya dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di Allama Iqbal Open University. Penjaminan mutu yang dilakukan diantaranya akreditasi institusi dan universitas, proses internal penjaminan mutu, serta capaian pendidikan. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Zaid menyampaikan skenario yang mungkin dilakukan yaitu tersedia kualifikasi yang portabel dan mudah dikenali, serta penjaminan mutu internal yang difokuskan pada metrik dan penjaminan mutu eksternal yaitu memverifikasi metrik.