UT Gelar Rangkaian Knowledge Sharing Forum 2020

Pandemi Covid-19 yang belum juga usai di tanah air tidak menyurutkan semangat  sivitas akademika Universitas Terbuka (UT) untuk terus meningkatkan pemahaman  dan menyebarluaskan pengetahuan tentang Sistem, Teknologi, dan Pengelolaan Program Pendidikan Jarak Jauh bagi para dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum. Ini terbukti dengan digelarnya rangkaian kegiatan Knowledge Sharing Forum (KSF) UT tahun 2020 secara virtual melalui Microsoft Teams dengan berbagai topik tentang Open, Online and Distance Learning.

Di penghujung bulan Juli, rangkaian kegiatan KSF sudah memasuki babak kesepuluh dengan mengangkat tema "Manajemen Pendidikan Jarak Jauh" yang diselenggarakan Kamis, (30/7/2020). KSF kali ini mengundang dua narasumber yaitu Guru Besar Emeritus UT Prof. Dr. M. Atwi Suparman, M.Sc. dan Direktur SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D., serta dimoderatori oleh Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UT Drs. Jamaludin, M.Si.

Atwi yang juga merupakan mantan Rektor UT menyampaikan bahwa dalam lembaga pendidikan diperlukan pengelola untuk memfasilitasi interaksi antara peserta, tutor dan pengelola. Interaksi merupakan kunci untuk tetap menjaga kualitas dalam penyampaian tujuan dari pendidikan jarak jauh. Ia juga menekankan, pengembangan bahan pembelajaran dikelola secara khusus pada departemen penelitian dan pengembangan agar kualitas yang disediakan tetap terjamin.

Pembicara lain Alpha memaparkan bahwa SEAMOLEC berperan dalam memperluas kesempatan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan secara merata. Keberhasilan dalam Sistem Pembelajaran Berbasis Web (Elearning) ditentukan dari ketersediaan platform yang dirancang untuk pembelajaran daring, terkumpulnya materi pembelajaran dan terlaksana pembelajaran secara daring. SEAMOLEC juga memfasilitasi peserta dalam pembelajaran kursus daring terbuka.

Untuk sekedar diketahui, sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kali kegiatan KSF.  Pada Selasa, (12/5/2020) perhelatan KSF pertama menghadirkan Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls,  Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri LPPMP-UT Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., dan Lektor Kepala sekaligus mantan Wakil Rektor I UT Dr. Yuni Tri Hewindati.  KSF perdana ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Gorky Sembiring, M.Sc dengan mengambil tema “Mengintegrasikan Teknologi dalam Pembelajaran: Solusi Belajar di Saat Pandemi Covid-19”.  Sebanyak 768 peserta tercatat mengikuti webinar tersebut. Diskusi yang berlangsung fokus pada pembahasan bahwa teknologi bukan sebagai alat yang menggantikan peran para pendidik melainkan membantu proses belajar mengajar. Pemilihan teknologi yang tepat guna diperlukan untuk mencapai target yang diharapkan.

Serial KSF yang kedua mengundang tiga pembicara yaitu Agus Putranto, S.Kom., M.Sc. selaku Direktur Universitas Bina Nusantara (BINUS), mantan Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., dan Dr. Kartono, S.Pd., M.Si (Staf Ahli Bidang Standardisasi dan Inovasi Program Pendidikan UT). Bertindak selaku moderator Dr. Agus Santosa, M.M. KSF kedua fokus pada topik “Pengembangan Desain Sistem Online Learning” dan dilangsungkan pada hari  Selasa 19 Mei 2020. Diskusi terfokus pada pembelajaran online yang sudah harus diterapkan dengan persiapan yang baik agar efektif. Persiapannya meliputi sistem pembelajaran, desain pembelajaran dan Learning Management System (LMS) yang akan digunakan.

Selanjutnya pada Jumat (12/6/2020) telah dilaksanakan KSF ketiga dengan mengangkat topik “IT Arsitektur untuk Mendukung Pembelajaran dalam Jaringan”. KSF ketiga mengundang tiga pembicara yaitu Education Lead  Microsoft  Benny Kusuma,  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UT  Prof. Drs. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D., dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi UT Dimas Agung Prasetyo, S.Kom., M.Sc.  dan dimoderatori oleh Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T.  Hasil dari KSF ketiga disimpulkan bahwa kualitas pembelajaran daring tentunya didukung oleh peran IT arsitektur yang mampu memberikan kemudahan dalam proses pengelolaan pendidikan daring, penguatan fleksibilitas layanan, jaminan user-friendly, dan memiliki kapasitas dalam penyimpanan data.

Rangkaian KSF berlanjut pada hari Jumat (19/6/2020). KSF keempat mengangkat tema tentang Landasan Filosofis dan Teori Pembelajaran dalam Jaringan. Tiga narasumber yang hadir yaitu Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D.,  Wakil Rektor Bidang Akademik UT Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., dan Guru Besar UT Prof. Dr. Suciati, M.Sc. Sementara Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. berperan sebagai moderator. Kesimpulan yang dipetik dari KSF 4 adalah landasan pendidikan yang mendasar yaitu penyediaan pendidikan bagi semua elemen masyarakat, menjunjung tinggi berkeadilan dan belajar sepanjang hayat. Semua prinsip belajar mengajar pada PJJ mengacu pada interaksi pembelajaran antara pengajar, peserta didik dan materi.

Berikutnya KSF kelima juga telah dilaksanakan pada Jumat (26/6/2020). Sekuel KSF ini fokus pada pembahasan tentang Model dan Strategi Pengembangan Pembelajaran dalam Jaringan dengan mengundang tiga narasumber yaitu Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., Kepala Pusat Keilmuan LPPM UT Prof. Dr. Gorky Sembiring, M.Sc. dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Profesi UT Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si. yang dimoderatori oleh Wakil Dekan III FHISIP UT Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. Benang merah dari diskusi ini yakni strategi akademik yang perlu dikembangkan guna menunjang proses belajar mengajar dalam PJJ yaitu materi pembelajaran, media pendukung bagi mahasiswa dan sistem evaluasi. Dalam PJJ juga  diperlukan materi pembelajaran dalam bentuk digital dan interaktif, serta dukungan akses internet yang baik.   

Jumat (3/7/2020) digelar KSF keenam dengan tema Massive Open Online Courses (MOOCs), Micro CredentialsDigital Badge: Kendala, Pendukung, dan Prospek. Tiga narasumber yang hadir yaitu Rektor Universitas Pradita Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., Mphil., MA., Kepala Pusat Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh LPPM UT Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D., dan Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UT Dr. Trini Prastati, M.Pd., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama FKIP UT Dr. Siti Aisyah, M.Pd. sebagai moderator. Melalui pesatnya perkembangan teknologi, maka memberikan akses secara bebas bagi masyarakat luas untuk menambah ilmu yang sesuai dengan minat. Termasuk penggunaan MOOCs, Micro Credentials dan Digital Badge sebagai sarana untuk mengakses konten pembelajaran langsung kepada para pakar secara gratis dan berbayar jika menghendaki sertifikat atau badge.

Platform digital seperti MOOCs, Micro Credentials dan Digital Badge juga memberikan peluang yang efisien dan optimal dalam mendukung proses pembelajaran sehingga sertifikat yang didapatkan mampu memberikan pengakuan keahlian dan membuka peluang pekerjaan yang lebih luas. Pendidikan berkelanjutan (continuing education) yang dilaksanakan oleh UT secara virtual melalui MOOCs dapat memberikan pengembangan pribadi maupun profesi bagi masyarakat. Sebagai contoh, saat ini UT membuka Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM) Kemitraan Mata Kuliah Umum (MKU) yang dapat diakses secara kemitraan ataupun individu, sehingga dapat memberikan pengalaman pendidikan terbuka jarak jauh.

Belum lama ini,  sebanyak 5.200 peserta juga telah tergabung dalam kegiatan KSF ketujuh yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2020 dengan mengangkat tema "Strategi Meningkatkan Student Engagement dalam Pembelajaran Online" dengan mengundang tiga narasumber yaitu Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., dan Direktur UT-Jember Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. yang dimoderatori oleh Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan Dr. Sri Sediyaningsih, M.Si.

Dalam paparannya, Moeldoko fokus pada proses transformasi pendidikan yang terjadi saat pandemi Covid-19 di Indonesia yaitu menentukan tujuan pembelajaran online yang efektif, pemerataan akses internet dan menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan pangsa pasar saat ini yaitu generasi milenial. Di sisi lain, Ojat menekankan bahwa dalam pendidikan jarak jauh (PJJ) diperlukan interaksi komunikasi dan interaksi yang erat antara tutor dengan mahasiswa secara profesional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya keterlibatan mahasiswa (student engagement), sehingga semakin optimal proses belajar mengajar secara online. Pembicara terakhir Imam menyampaikan lima komponen interaktif dalam pembelajaran online yaitu mahasiswa, bahan ajar, guru, interaksi dengan komunitas pembelajaran, dan kehadiran proses belajar. Mahasiswa menjadi hal yang paling penting dalam proses pembelajaran online. UT membekali mahasiswanya dengan edukasi belajar mandiri sebelum memulai proses pembelajaran online di UT, cara efektif belajar jarak jauh, cara meningkatkan keterampilan, dan workshop klinik. Hal ini bertujuan guna memelihara keberadaan mahasiswa dalam pembelajaran online.

KSF seri kedelapan mengangkat tema “Pengelolaan Pembelajaran dalam Jaringan” yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2020. KSF kedelapan menghadirkan tiga narasumber yaitu Kepala Kantor Sumber Daya Pembelajaran Universitas Indonesia Drs. Gatot Fatwanto Hertono, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama UT Dr. Liestyodono Bawono Irianto, M.Si. dan Kepala Pusat Bantuan Belajar LPPMP UT Ir. Anak Agung Made Sastrawan Putra, M.A., Ed.D., serta dimoderatori oleh Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan dan Mengelola Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP UT  Dra. Marisa, M.Pd.

Gatot memaparkan beberapa hal yang perlu disiapkan dalam pelaksanaan blended learning yaitu tata kelola, penjaminan mutu, sumber daya manusia, materi pembelajaran, metode pembelajaran, serta sarana dan prasarana. Dalam menanggapi pandemi Covid-19, menurutnya, mahasiswa UT sudah terbiasa belajar mandiri melalui tutorial online. Sementara Liestyodono menyampaikan bahwa UT juga memfasilitasi keterbatasan dalam akses jaringan dengan menyiapkan berbagai alternatif metode pembelajaran bagi mahasiswa diantaranya bahan ajar digital interaktif, iTutorials, audio modules, PDF modules, multimedia courseware dan sebagainya. Pembicara berikutnya Agung Sastrawan menambahkan, selain sistem pembelajaran yang ditawarkan fully online, UT juga menyediakan modus blended learning yaitu tutorial webinar (tuweb) yang merupakan platform tatap muka melalui Microsoft Teams yang dikelola oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) dan dapat diakses melalui handphone.

Perhelatan KSF kesembilan dilaksanakan dengan mengangkat tema “Penjaminan Mutu Pembelajaran Daring,” Jumat (24/7/2020). KSF tersebut menghadirkan para pakar di bidang penjaminan mutu yaitu Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Sugiyono, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT Periode 2011-2015 dan 2015-2019 Aminudin Zuhairi, Ph.D. dan Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan LPPMP-UT Ir. Kristanti Ambar Puspitasari, M.Ed., Ph.D., serta dimoderatori oleh Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyelenggaraan Program Pascasarjana Dr. Siti Julaeha, M.A.

Sugiyono menyampaikan bahwa BAN-PT memiliki standar penilaian yang berbeda bagi penyelenggara perguruan tinggi konvensional dengan perguruan tinggi yang menggunakan modus Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Setiap penilaian akreditasi dilengkapi dengan standar, instrumen, sistem dan prosedur, serta tim penilai. Menurutnya, Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perguruan tinggi PJJ yaitu kurikulum, learning material, layanan dan daya dukung, serta Learning Management System.

Sementara Aminudin Zuhairi memaparkan model standar kualitas dari ICDE yang digunakan oleh UT yaitu pelayanan yang meliputi dukungan dari staf dan mahasiswa, produk meliputi desain kurikulum, desain pembelajaran dan penyampaian materi, serta manajemen meliputi rencana dan pengembangan strategis.

Pembicara lainnya Kristanti menambahkan bahwa penjaminan mutu digunakan untuk memastikan proses pembelajaran dapat memuaskan mahasiswa dan orang tua, masyarakat, instansi, pemerintah serta pengakuan perguruan tinggi secara internasional. Hingga saat ini UT telah memiliki akreditasi dari BAN-PT, pengakuan dari Internasional Council for Distance Education (ICDE), IAO/ENQA, Asian Association of Open Universities (AAOU), sertifikat ISO 21001 dan ISO 27001.

Melalui ajang KSF ini diharapkan dapat memberikan akses diskusi dengan para pakar dan membagikan informasi terbaru terkait PJJ kepada masyarakat umum.