Tidak Cukup Puas Dengan Hattrick di Tingkat Nasional, Tim Debat UT Kini “Go Internasional”

Tim debat Universitas Terbuka bertolak ke Assumption University, Bangkok, Thailand pada tanggal 26 Desember lalu untuk mengikuti kompetisi debat kompetitif terbesar di dunia, yakni World Universities Debating Championship (WUDC) 2020. Kompetisi akbar ini diikuti oleh lebih dari 1000 mahasiswa yang berasal dari 50 negara. Pada laga perdana tim UT, Ade Yunus (FHISIP, Sastra Inggris) terpilih untuk menjadi salah satu dewan Juri pada Masters’ Round, lomba debat untuk para Juri Undangan WUDC yang terdiri dari debaters senior dan para juara sebelumnya. Seakan tidak mau kalah, Arif Darmawan Suwardi (FE, Akuntansi) mencapai babak Octofinalist Public Speaking Competition. Pencapaian ini merupakan insentif positif bagi tim debat UT untuk mengikuti ajang lomba lainnya.

Tim yang asuh oleh Yudi Efendi, M. A. dan Agus Riyanto, M. Ed. Dari Program Studi Sastra Inggris FHISIP ini berlatih selama 3 bulan sebelum berlaga di panggung. Adapun lomba debat ini bukanlah hanya menguji kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris, tapi juga mengasah mahasiswa dalam kemampuan untuk berpikir kritis dan public speaking.

Sebanyak 544 tim berlaga di WUDC dengan 3 kelas, Yakni English as Proficient Language (EPL), English as Second Language (ESL), dan English as Foreign Language (EFL). Dan juga ronde Masters’ Round untuk para juara dan Public Speaking. Setelah mengetahui bagaimana kerasnya persaingan di tingkat internasional, tim debat UT tidak takut melainkan semakin bersemangat. Mengutip dari Arif “kami sangat bangga dan benar-benar belajar banyak di sini, kami semakin tertantang untuk dapat mendapatkan hasil yang lebih baik di WUDC berikutnya di Korea Selatan”. Hal senada pun diucapkan oleh Ade “setelah kami mengetahui bagaimana permainan mereka di sini, saya percaya kami dapat mengaplikasikan hal yang kami pelajari pada tahun ini di Korea WUDC 2021” yang disambut dengan acungan jempol oleh Arif.