Sambut Tantangan Demokrasi Di Era Digital, UT Gelar Konferensi Ilmiah OSC 2019

Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP-UT) kembali menggelar “Open Society Conference (OCS) 2019”. Konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober 2019 ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan ilmu hukum, sosial dan politik saat ini, yaitu “Demokrasi dan Akuntabilitas Publik di Era Digital”, Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kamis (31/10/2019).

Sebanyak 123 pemakalah dari 19 universitas baik dari dalam maupun luar negeri dan 3 institusi pemerintah Indonesia berkumpul di OSC 2019 untuk memaparkan hasil penelitian mengenai perubahan dan tantangan besar demokrasi dan akuntabilitas publik di tengah masifnya adaptasi teknologi digital. Dalam sambutanya, Dr. Siti Aisyah., M.Si. selaku Ketua Pelaksana OSC 2019 berharap melalui seminar ini dapat memberikan manfaat dan berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat Indonesia di era digital.

OSC 2019 resmi dibuka oleh Drs. Moh. Muzammil, M.M. selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, serta peluncuran buku berjudul “Demokrasi dan Akuntabilitas Publik di Era Digital” oleh Dr. Sofjan Aripin, M.Si. selaku Dekan FHISIP-UT. Dalam sambutannya, Moh. Muzammil menyatakan bahwa teknologi digital telah membawa “ruang baru” yang kini menjadi ekosistem dominan dari berbagai aktivitas manusia, misal meluasnya cakupan demokrasi dalam dimensi ekonomi, sosial, politik, dan hukum.

Konferensi ini menghadirkan pembicara Internasional dalam diskusi panel, yaitu Prof. Grace Javier Alfonso (University of the Philippines Open University /UPOU) dan Prof. Eko Prasojo (Dekan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi/FIA – Universitas Indonesia/ UI), serta Dr. Lim Tai Wei (Singapore University of Social Sciences /SUSS) melalui video conference yang dimoderatori oleh Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D.

Kemudian acara dilanjut dengan sesi pararel dan Kongres ke-4 Asosiasi Ilmuan Administrasi Negara tentang peluang dan tantangan keilmuan Administrasi Negara di era revolusi 4.0. Konferensi ini diharapkan menjadi peluang besar bagi akademisi dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan keilmuan dan kebijakan mengenai pentingnya demokrasi dan akuntabilitas publik di era digital.