Kukuhkan Konektivitas Bangsa Melalui Teknologi Informasi

Menginjak usia ke-35, Universitas Terbuka (UT) semakin pesat mengikuti perkembangan teknologi informasi guna mendukung pelayanan bagi 320,000 mahasiswa yang tersebar baik di Indonesia maupun luar negeri. UT menjadi pionir dalam mengembangkan perguruan tinggi dengan metode terbuka dan jarak jauh. Hingga saat ini, UT telah menghasilkan lebih dari 1,7 juta alumni yang dibekali dengan kemampuan belajar mandiri dan penggunaan teknologi berbasis internet. UT memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) dengan jenjang pendidikan program diploma, sarjana, pascasarjana dan doktor.

Dalam sambutan Rektor UT Prof. Ojat Darojat., M.Bus., Ph.D. pada seminar wisuda Periode I Tahun Akademik 2019/2020 Wilayah 2 di Universitas Terbuka Convention Center, Senin (18/11/2019), menyatakan bahwa UT memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi baik yang tinggal di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil, maupun mereka yang tinggal di luar negeri. UT menyediakan layanan bantuan belajar fully online bagi seluruh mahasiswanya dan berperan sebagai cyber university. UT juga berkontribusi secara nyata dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi dengan menyediakan pendidikan tinggi berkualitas dan terjangkau.

Dengan mengangkat tema seminar wisuda “Peranan Teknologi Informasi dalam Mengukuhkan Konektivitas Bangsa”, UT mengundang pembicara Adamas Belva Syah Devara, M.BA., M.PA., selaku CEO dan Co-Founder Ruang Guru, perusahaan start up yang bergerak di bidang pendidikan dan teknologi. Seminar wisuda dimoderatori oleh Dra. Dwi Astuti Aprijani, M.Kom., selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi, FST-UT. Belva menyampaikan bahwa melalui pendidikan dapat mengubah status dan kehidupan seseorang ke arah yang lebih baik. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent), Ruang Guru telah memiliki 15 juta pengguna aplikasi yang dapat memanfaatkan personalized learning dimana siswa dapat mengalami pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Ruang Guru bersifat komplementer bagi para siswa karena tidak mengeluarkan sertifikat maupun ijazah.