Mahasiswa UT Raih Tiga Medali POMNAS 2019

Lebih dari 3000 atlet ikut bertanding di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke-16 di Jakarta. Kejuaraan tingkat nasional tersebut dibuka pada Kamis, 19 September 2019 di Gelanggang Olahraga Mahasiswa Soemantri Brojonegoro (GMSB). Ajang yang berlangsung setiap 2 tahun tersebut kali ini mempertandingkan 23 cabang olahraga termasuk e-sport.

6 Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) ikut berlaga dalam POMNAS 2019. Artha Sasta Sianturi, mahasiswa UT program studi Ilmu Hukum dari Banda Aceh, mengikuti cabang olahraga Pencak Silat. Ni Made Putri Suwandewi yang kuliah di Sastra Inggris UT, mewakili Jakarta bertanding dalam olahraga Kriket. Moh Syamsul Arifin dari Jember, mahasiswa UT program studi Sastra Inggris bidang minat Penerjemahan yang mengikuti cabang Tarung Drajat. Aulia Gassani Putri Arindah ikut berlomba dalam cabang Hockey Indoor adalah mahasiswa UT program studi Sastra Inggris bidang Minat Penerjemah dari Surabaya. Jeremy Jasson Evangelist dari Jakarta, mahasiswa UT program studi Ilmu Hukum, bertanding dalam cabang olahraga Tenis Lapangan. Ni Luh Ayu Cintya Purnama Dewi dari Denpasar yang kuliah di program studi Manajemen UT, mewakili kontingen Bali pada cabang Kriket.

POMNAS secara resmi ditutup pada 26 September 2019 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya untuk para peserta dan panitia yang membantu terselenggaranya POMNAS 2019 dengan baik. POMNAS berikutnya akan diselenggarakan di Sumatera Barat pada tahun 2021.

Dengan semangat sportivitas, mahasiswa UT dapat berprestasi memperoleh 3 medali POMNAS 2019 yaitu Ni Luh Ayu Cintya Purnama Dewi berhasil meraih Juara 1 (Medali Emas) cabang Olahraga Kriket, Ni Made Putri Suwandewi meraih Juara 2 (Medali Perak) cabang Olahraga Kriket, dan Jeremy Jasson Evangelist meraih Juara 3 (Medali Perunggu) cabang Olahraga Tenis Lapangan Ganda Putra.

Mahasiswa Universitas Terbuka yang mengikuti POMNAS 2019 menunjukkan bahwa kuliah di UT tidak menghalangi dalam meraih prestasi di bidang olahraga. Dengan sistem pendidikan terbuka jarak jauh, UT menjadi pilihan yang tepat bagi atlet yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.