Brainstorming antar Rektor PTN-BLU Se-Indonesia

Seiring dengan reformasi menuju perbaikan dalam segala bidang, baik bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan pendidikan, bidang keuangan negara menjadi salah satu sorotan dalam proses perubahan dari tradisional menjadi penganggaran berbasis kinerja yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Hal ini bertujuan untuk mengefektifkan penggunaan dana pemerintah yang menjadi berorientasi pada output. Penganggaran ini dilaksanakan oleh pemerintahan modern di berbagai negara. Mewirausahakan pemerintah (enterprising the government) adalah paradigma untuk mendorong peningkatan pelayanan oleh pemerintah. Berdasarkan arahan baru yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 68 dan Pasal 69, instansi pemerintah memiliki tugas pokok dan fungsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel dengan mengutamakan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas.

Guna membahas lebih lanjut terkait pengelolaan keuangan pada Perguruan Tinggi Negeri – Badan Layanan Umum (PTN-BLU), Universitas Terbuka menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan brainstorming antar Rektor PTN-BLU yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 April 2018 di Operation Room Gedung BKUK - Universitas Terbuka. Kegiatan ini dihadiri Rektor atau yang mewakili dari Universitas Terbuka, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Lampung, Universitas Negeri Malang, Universitas Jambi, Universitas Mataram, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Negeri Medan, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jenderal Sudirman, UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Negeri Makassar dan Universitas Brawijaya.

Kegiatan ini fokus dalam positioning Perguruan Tinggi Pengelola Keuangan BLU terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Satuan Kerja (PT Satker) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), serta diskusi tentang penerapan PK-BLU oleh PTN yang dipimpin oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D.

Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H, M.Hum selaku Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyampaikan bahwa para rektor perlu melakukan harmonisasi dengan senat guna mengembangkan PK-BLU. Menjadi PTN-BLU lebih fleksibel dengan berbagai manfaat, diantaranya dapat mengangkat tenaga profesional secara mandiri dan dapat memaksimalkan aset dengan adanya unit usaha bisnis. Harapannya PTN-BLU tidak hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga menargetkan untuk menjadi 500 perguruan tinggi terbaik di dunia. Kemudian, kegiatan dilanjut dengan diskusi tanya jawab dengan rektor-rektor dan Irjen Kemenristekdikti.