Penandatanganan MoU antara Universitas Terbuka dengan Universitas YARSI

Jakarta - Universitas Terbuka menjalin kerja sama melalui MoU dengan Universitas YARSI pada Selasa tanggal 5 Maret 2019 di Ruang Rapat Rektorat Lt. I Universitas YARSI Jakarta. MoU ini ditandatangani oleh Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, MPd. dengan Rektor Universitas Terbuka Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Prof. dr. H. Jurnalis Uddin, PAK (ketua Pengurus Yayasan YARSI), dr. Miranti Pusparini, MPd. (Ked) Warek I, dan Dr. Vitri Tundjungsari, S.T., M.Sc. (Warek IV). Rektor UT didampingi oleh Dr. Listyodono Bawono Irianto, M.Si. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama.

Rektor Universitas YARSI dalam sambutannya, menyampaikan bahwa walaupun berada di kota tapi bisa menjangkau mahasiswa di pelosok dan kita tidak mungkin menjangkau hal tersebut dengan cara tradisional, tetapi kita tempuh dengan teknologi. Kami berharap mereka masih bisa berpikir kritis dalam proses perkuliahan, tetap punya integritas dalam menampung informasi, tidak terpengaruh oleh hoaks, dan dapat belajar secara individual. Kami berharap bisa menampung pembelajaran di UT dan bagaimana UT dengan sendiri memajukan teknologi sehingga tetap menjangkau ratusan ribu mahasiswa di Indonesia.

Anak-anak Indonesia lulusan SMA yang belum punya kesempatan masuk perguruan tinggi berdasarkan data yang telah disampaikan oleh bapak Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) baru 34.58% jumlah masa usia anak-anak yang masuk perguruan tinggi. Masih ada 63.5% lagi mereka yang putus sekolah atau tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dengan berbagai alasan. Entah itu alasan geografis maupun masalah ekonomi sehungga meraka tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Program pemerintah sangat strategis dengan cara me-massive-kan distance education/distance learning. Terutama e-learning ini merupakan program utama strategis yang sama-sama kita sukseskan. UT diharapkan oleh Bapak Menteri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan seluruh PTN maupun PTS agar mereka mempunyai kapasitas yang sama seperti UT menyelenggarakan belajar jarak jauh dan UT siap berbagi. Kewajiban mencerdaskan anak bangsa, menyukseskan program pemerintah, meningkatkan APK bukan hanya kewajiban UT menjangkau yang tidak terjangkau, hal ini kewajiban semua perguruan tinggi.

Jadi jika selama ini tag line menjangkau yang tidak terjangkau hanya milik UT, mulai saat ini harus diseminasikan untuk seluruh perguruan tinggi. Sudah 1 tahun ini sudah menjalin kerjasama pengembangan distance learning dengan berbagai perguruan tinggi. Hampir seluruh perguruan tinggi sudah menjalin kerjasama dengan nota kesepahaman dengan UT. Tentu kita sangat siap utnuk bekerjasama dengan Universitas YARSI dengan peningkatan kapasitas tenaga dosennya, mereka bisa menjadi tenaga dosen online, bagaimana mengembangkan bahan ajar yang sangat konten, bahan ajar yang siap dipelajari oleh mahasiswa jarak jauh, itu semua ada teorinya penjelasan dari Rektor UT sambil mengakhiri sambutannya.